Ilmu Dulu Baru Persatuan Islam

DR Muhammad Mu'inudinillah Basri Isu kebangkitan Islam merebak ke seluruh penjuru dunia. Berbagai gejolak menandai munculnya isu ini: Perubahan-perubahan sosio-budaya kaum muslimin sampai meletusnya revolusi di berbagai Negara muslim. Partai Islam, Ekonomi Syariah, Thibun Nabawi, pendeknya kata Syariah sering disebut. Tak lagi tabu.

Para musuh Islam menatap kaum muslimin mendongak ke kiri dan ke kanan, berharap-harap cemas. Aduhai, dari manakah gerangan  kebangkitan itu muncul? Tokoh sekaliber Ustadz Yusuf Qaradhawi, tidak cemas bila tantangan datang dari luar. Karena tantangan itu malah semakin merekatkan ukhuwah umat Islam. Insya Allah.

Benarkah kebangkitan itu bisa tumbuh sedangkan realitas terbentang; berabad abad kaum muslimin tak memiliki figur yang kokoh melindungi. Hidup di abad 21 dalam suasana tertinggal. Hampir di semua bidang, sosial, ekonomi, pendidikan, teknologi dan (apalagi) militer.

Baca lebih lanjut

Hanya Orang Tsu’ (jahat) Yang Mengusik Syaikh Yusuf al-Qardhawi

image Pemimpin gerakan Islam Hamas, Isamael Ridwan mengungkapkan penolakan kaum muslimin di masjid-masjid Tepi Barat  untuk mengecam Al-Qardhawi menunjukan bahwa mereka berpihak pada Qardhawi dan perlawanan.

Dalam pernyataan persnya, Jum’at (15/1) menyusul kebijakan pemerintah Ramallah yang membagi-bagian teks khutbah jum’at yang berisi kecaman terhadap Syaikh Yusuf al-Qardhawi sebagai ketua persatuan ulama dunia, sekaligus sebagai syaikh perlawanan dan Al-Aqsha. Semua suara kemunafikan yang berupaya melecehkan ulama mujadid abad ini pasti akan gagal. Al-Qhardhawi adalah syaikh Al-Aqsha, Palestina dan perlawanan.

Baca lebih lanjut