Kebanyakan Orang Tidak Paham Perbedaan Nikah Sirri Dan Nikah Mut’ah

image Baru-baru ini kita dikejutkan oleh sebuah RUU yang akan memidanakan pelaku nikah sirri di Indonesia. Hal ini menjadi polemik dari berbagai hal, sehingga terjadi pro dan kontra. Namun banyak sekali orang masih belum memahami hakekat nikah sirri dan nikah mut’ah. Sehingga terjadi kesalah-pahaman dalam memandang dua hal tersebut dan dicampur-adukkan, padahal dua hal itu berbeda sekali.

Nikah sirri yang dimaksud di Indonesia ini adalah nikah tanpa “mengundang” pencatat dari KUA (Kantor Urusan Agama). Nah sehingga nikah tersebut disebut sebagai nikah sirri (nikah diam-diam/sembunyi) dari pencatatan pemerintah.

Baca lebih lanjut

Iklan

|Awas| Nikah Siri Bisa Dipidana!

JAKARTA–Rencana atau usulan perubahan atas Undang-Undang Perkawinan terkait nikah siri, mengundang reaksi sejumlah pihak. Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) menilai berlebihan jika kemudian nanti orang yang menikah siri dihukum pidana.

”Jelas itu berlebihan. Lebih baik pemerintah ngurusi saja masalah perzinahan. Maraknya perzinahan di negeri ini. Jangan kemudian orang yang sudah sah menikah secara agama Islam kemudian dikejar-kejar dengan pidana,” tegas Adian Husaini, Ketua DDII di Jakarta, Senin (15/2). Baca lebih lanjut

PM GAM: Penerapan Syariat Islam Bukan Prioritas GAM

Perdana Menteri GAM Malik Mahmud menyatakan, penerapan syariah Islam dalam proses penegakan hukum untuk kasus pelanggaran kesusilaan dan tindak pidana, bukan skala prioritas pihak GAM, sebab masih ada prioritas-prioritas lain yang harus didahulukan.

“Masalah syariat Islam untuk sekarang bukanlah prioritas kita, kita masih ada prioritas yang harus didahulukan,”katanya disela-sela Konferensi Internasional Membangun Perdamaian Abadi di Aceh, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin(14/08).

Menurutnya, jika mengikuti perjuangan GAM sejak dulu, perjuangan tersebut bukan berdasarkan agama, dan hingga sekarang masih tetap sama.

Lebih lanjut Mahmud menegaskan, penggunaan syariah Islam di Aceh, ide awalnya bukan dari pihak GAM, hal itu terwujud dikarenakan sejak dahulu agama Islam sudah berkembang dengan pesat di Aceh.

Ia menambahkan, penerapan syariah dilaksanakan berdasarkan adat-istiadat yang berlaku dan diterapkan di Aceh.

“Itu bukanlah yang diinginkan oleh seluruh masyarakat, Islam di Aceh adalah Islam tradisional, tetapi syariat Islam itu bukanlah seperti yang ada di Aceh,” tandasnya.(novel)