Belum Ditahan, Anand Krishna Sudah KO!

image

Katanya Anand Krishna guru spiritual untuk kesehatan, ditanya 100 pertanyaan saja sudah KO (pingsan), berarti sudah jelas Anand Krishna tidak sehat rohani dan jiwanya. Kenapa masih ada yang percaya dengan orang ini yah?

Kalau memang tidak bersalah, kenapa harus “capek” dan bisa pingsan! Ingat loh, Abu Bakar Ba’asyir saja ketika ditanya itu lebih dari 100 pertanyaan dan lebih banyak waktu yang tersita. Tapi beliau juga sehat-sehat saja, ini jelas karena beliau sehat rohaninya, meskipun raganya tidak sehat. Tetapi jiwanya masih tetap sehat, sehingga tidak sampai pingsan-pingsan seperti saudara Anand Krishna. Badannya saja gede tapi fisiknya lemots.

Jakarta – Anand Krishna pingsan setelah hampir 11 jam dimintai keterangan oleh polisi. Anand keluar dari ruang pemeriksaan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam keadaan lemas. Ia dibopong oleh dua orang. Saat menuruni tangga didepan ruangan PPA, Anand tiba-tiba pingsan.

Baca lebih lanjut

Para Korban SMS Merah mulai pulih

Jambi (ANTARA News) – Kondisi lima warga Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang menjadi korban jatuh pingsan setelah menerima pesan singkat (sms) telepon selular (Ponsel) atau "Ring in the red", mulai pulih.

Berdasarkan keterangan dari perawat RSU Kabupaten Bungo yang dihubungi Sabtu malam, mengatakan, kondisi kelima korban yang dirawat di RSU sejak dua hari lalu mulai pulih.

"Kondisi kelima korban mulai pulih, mungkin sehari atau dua hari ini bisa pulang," ungkap salah seorang perawat Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit itu.

Menurut keterangan dokter, kata perawat itu, para korban yang dirawat itu karena ketakutan yang berlebihan setelah mendapat informasi isu kematian penerima telepon selular (ponsel) atau pesan singkat yang berwarna merah.

"Isu berlebihan itu membuat mereka ketakutan luar biasa," ujarnya.

Sementara itu, tiga dari lima korban yaitu Eva Susanti, Riska, dan Ansori, mengakui, ketika menerima pesan singkat melihat ponselnya warna merah dan bergambar bintang-bintang.

"Ketika saya melihat ponsel saya berwarna merah, saya langsung jatuh pingsan. Sekarang badan saya masih lemas," kata Eva Susanti.

Hal yang sama juga diakui Ansori, ketika ponselnya berdering yang disimpan di dalam lemari melihat pancaran cahaya merah, sehingga membuat dia ketakutan dan jatuh pingsan.

Di Kota Jambi juga mengguncang isu kematian akibat Infra merah ponsel yang berlebihan dengan "kartu maut" nomor 0866 dan 0666.

Masyarakat Jambi sampai kini resah akibat isu itu terus berkembang dari mulut ke mulut agar para pemilik ponsel tidak mengangkat ponselnya ketika berdering dengan nomor masuk 0866 dan 0666 itu.(*)