PM Turki Adalah Orang Terpopuler Tahun Ini Menurut Majalah Times

erdoganPerdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan merupakan kandidat yang paling terpopuler dari orang terpopuler pada tahun ini (2011), dalam penghargaan majalah Times. Erdogan mendapatkan lebih banyak pujian dan terbaik dari pesepak bola Lionel Messi.

Dalam poling, Erdogan mendapatkan suara dari 122.934 para pembaca, menjadi 26 persen mengungguli pesepak bola Messi. Erdogan juga dianggap sebagai aktivis perdamaian, hampir 470.000 orang memilih dalam kategori tersebut.

Baca Selengkapnya >>>

Survei LRI: Pemilih Golkar Paling Setia

img3
JAKARTA- Popularitas JK-Win akhir-akhir ini menanjak dan selisih elktabilitasnya dengan SBY-Boediono di peringkat pertama hanya 4 persen saja. Demikian diungkap Presiden Direktur Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan Silalahi.

"JK-Win menanjak karena mendapat limpahan suara dari pemilih Demokrat dan PDIP," kata Johan saat Jumpa Pers Survei Nasional Polling Presiden di Jakarta, Minggu (7/6). Hasil survey LRI mendapatkan, elektabilitas SBY-Boediono saat ini 33,02 persen. Sedangkan JK-Win 29,29 persen dan Mega-Pro 20,09 persen.

Johan memaparkan, pada Pileg yang lalu Partai Demokrat mendapat 20,8 persen suara. Dari jumlah itu, yang tetap memilih SBY hanya 87,42 persen. Sedangkan 6,29 persen pindah ke JK-Win, 0,90 persen ke Mega-Pro, dan 5,39 persen responden belum memutuskan. Baca lebih lanjut

Raib, Polling FPI di Liputan6

Polling “pembubaran” FPI di Liputan6.com tiba-tiba “raib”. Sebelumnya, hasil polling di situs stasiun TV itu justru tak menginginkan FPI dibubarkan!

Hidayatullah.com–Tanpa ada pemberitahuan yang jelas, polling pembubaran FPI di Liputan6.com tiba-tiba “raib”. Sebagaimana diketahui sebelumnya situs ini menyediakan polling terbuka untuk menjaring sikap masyarakat tentang keberadaan Front Pembela Islam (FPI) terkait kasus Monas.

“Catatan aksi kekerasan Front Pembela Islam (FPI) cukup panjang. Terakhir, para anggotanya terlibat penyerangan Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Beberapa pihak meminta FPI dibubarkan. Setujukah Anda jika FPI diburkan?” Begitu Liputan6.com mengawali polling.

Pasca kasus Monas, 1 Juni 2008 lalu, setidaknya ada empat media online membuat polling serupa. Selain Liputan6.com, ada situs detik.com, situs milik PBNU, www.nu.or.id dan Republika online.

Yang mengagetkan, umumnya hasil polling keempat media itu menunjukkan ketiksetujuan responden membubarkan FPI.

Pantauan www.hidayatullah.com Selasa pagi, 10 Juni 2008 hasil polling Liputan6.com menunjukkan, 59% (atau 89.126 pembaca tak menginginkan FPI dibubarkan). Hanya 41%, atau 62.093 pembaca meminta FPI dibubarkan. Sisanya 272 (0%), menyatakan abstain. Baca lebih lanjut