NU Jatim: Pernikahan Lewat Internet Tidak Sah

Surabaya- Peserta bahtsul masail (diskusi keagamaan) pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menghukumi pernikahan lewat "cyber media" (internet yang terhubung melalui proyektor LCD) itu tidak sah.

"Pernikahan melalui cyber media itu harus diulang, karena tidak sah," kata Katib (sekretaris) Syuriah PWNU Jatim KH drs Syarifudin Syarif setelah bahtsul masail PWNU Jatim di Balai Diklat Depag Jatim di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, pernikahan lewat "cyber media" itu tidak sah, karena pernikahan itu mengharuskan wali perempuan, saksi, dan pengantin laki-laki berada tidak dalam satu majelis atau bertatap muka dan melihat mimik bibir penghulu serta pengantin saat "ijab qobul."

"Bagi mempelai perempuan itu boleh tidak dalam satu ruang, sebab sebelum ijab qobul selesai memang kedua pengantin tidak boleh bersentuhan," katanya.

Ia menegaskan bahwa pernikahan merupakan hal yang sakral dan pernikahan yang sesuai dengan syariat agama akan melahirkan manusia yang berbudi luhur dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa serta agama. Baca lebih lanjut

Iklan

NU Larang Jihad ke Palestina

SURABAYA, SENIN — Lembaga Bathsul Masail PWNU Jawa Timur melarang orang yang tidak punya keterampilan berjihad ke Palestina. Lebih baik mengirimkan uang ke sana.

Sekretaris Lembaga Bathsul Masail PWNU Jatim Imam Syuhada mengatakan, hukum jihad ke Palestina adalah fardu kifayah. Dengan kata lain kewajiban itu gugur setelah ada orang lain yang mewakili. "Hukum membantu Muslim yang tinggal lebih dari 200 kilometer adalah fardu kifayah," tuturnya di Surabaya, Senin (19/1).

Kalaupun ingin membantu, sebaiknya mengirimkan uang saja. Uang bisa dipakai untuk berbagai keperluan di sana. "Ada banyak hal perlu diadakan di sana. Kalau tidak punya keterampilan perang modern, tidak bisa bahasa Arab, sebaiknya tidak usah ke sana. Malah konyol kalau berangkat," ujarnya.

Untuk saat ini, lebih baik hanya tenaga medis yang ikut berangkat ke sana. Tenaga medis masih dibutuhkan karena banyak korban. "Kami memutuskan ini berdasarkan pertimbangan fiqih. Silakan kalau ada orang lain berpendapat berbeda. Kami hanya menyampaikan apa yang benar dan sebaiknya bagi umat," ungkapnya.