Fatwa Rabi Israel: Laknat Tentara Israel Jika Tidak Membunuh Penduduk Palestina

Nawwaf Zouro*

Israel berani menyerang masjid Yasof dan membakarnya pada Jumat 11 Desember 2009. Ekstrimis Yahudi kembali menggelar aksi terorisme sistematis terhadap tempat-tempat suci di Palestina. Lebih dari itu mereka mengubah konflik menjadi konflik agama. Setelah membakarnya, di tembok masjid Yasof itu ditulis “Siaplah membayar harga berikutnya”.

Di hari berikutnya, rabi yahudi Aovadia Yosev – rujukan agama terdepan mereka – memberikan legalitas tindakan terorisme terhadap tempat suci, menghina Islam dan kaum muslimin. Rabi yahudi itu mengatakan, “Kaum muslimin bodoh dan agama Islam bodoh seperti mereka” (Maarev, 14 Desember 2009). Statemen itu yang mendorong mereka menyerang masjid lainnya, Ajami di Yava. Ini bukan pertama kalinya rabi Yosev menghina Islam dan kaum muslimin.

Baca lebih lanjut

Iklan

Cara Yahudi Hindari Flu Babi


Orang Yahudi sepertinya agak sulit menerima kenyataan bahwa mereka tetap terinfeksi virus flu babi meskipun sudah menghindari babi, sesuai larangan agamanya. Berbagai upaya dilakukan agar terhindar dari virus itu, mulai dari yang rasional hingga yang tidak masuk akal.

Jangan mencium tangan rabi atau gulungan Taurat, demikian pesan penguasa Israel kepada umat Yahudi guna meredam penyebaran flu babi di negara itu.

Dalam pesan yang dikirim ke sinagog-sinagog menjelang perayaan tahun baru Yahudi, kementerian kesehatan mengatakan bahwa jabat tangan boleh saja tetapi setelah itu harus cuci tangan. Baca lebih lanjut