Dua Pemimpin Palestina Bertemua Membahas Rekonsiliasi Perdamaian Faksi-faksi Palestina

pertemuan hamas dan fatahDua pemimpin berpengaruh Palestina, Pemimpin tertinggi Hamas Syaikh Khalid Mashaal dengan Presiden Mahmoud Abbas bertemu di Kairo Rabu malam (21/12). Pertemuan tersebut merupakan kedua kalinya setelah pertemuan yang lalu belum genap satu bulan. Pertemuan tersebut merupakan bagian pembicaraan rencana solusi untuk mendamaikan dua kubu, Hamas dan Fatah.

Kedua pemimpin Palestina tersebut tiba di ibukot Mesir pada malam hari dan memulai pembicaraan tak lama setelah itu. Azzam al-Ahmed, kepala delegasi Fatah dari Presiden Mahmoud Abas berbicara pada AFP.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

PKS Akan Pertemukan Ahli Waris Soeharto dan Soekarno

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mempertemukan ahli waris pemimpin bangsa untuk mewujudkan rekonsiliasi. Mereka yang diundang dalam acara itu antara lain adalah ahli waris mantan Presiden Soeharto dan ahli waris mantan Presiden Soekarno.

Pertemuan para ahli waris pemimpin tersebut merupakan lanjutan iklan Hari Pahlawan PKS yang menuai badai kritik. Menurut Mahfud, tidak ada kesalahan dalam iklan PKS yang memasukkan Soeharto sebagai salah satu pahlawan dan guru bangsa. Soeharto ditampilkan dalam iklan itu sebagai upaya PKS untuk melakukan rekonsiliasi bangsa.

Baca lebih lanjut

Kontras: PKS Cari Simpati, Momen Tidak Tepat

Jakarta – Ajakan rekonsiliasi PKS dengan menampilkan mantan presiden Soeharto di jajaran pahlawan dan guru besar dinilai hanya untuk meraih simpati dan mendulang suara. Momennya sangat tidak tepat.

"Rekonsiliasi antara siapa dengan siapa? Apa yang persis mau direkonsiliasi? Momennya tidak sangat tidak tepat," kata Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, Kamis (13/11/2008).

Menurut dia, iklan itu lebih sebagai upaya mencari simpati, meraih suara lebih dengan segmen yang seluas-luasnya. "Jauh dari upaya menggelar rekonsiliasi yang jujur," ujarnya.

Usman mengatakan, generasi baru dan generasi lama telah membangun moralitas politik reformasi dengan penegakan hukum. Hukum itu dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang beradab agar tidak ada dendam.

Baca lebih lanjut