Kebanyakan Orang Tidak Paham Perbedaan Nikah Sirri Dan Nikah Mut’ah

image Baru-baru ini kita dikejutkan oleh sebuah RUU yang akan memidanakan pelaku nikah sirri di Indonesia. Hal ini menjadi polemik dari berbagai hal, sehingga terjadi pro dan kontra. Namun banyak sekali orang masih belum memahami hakekat nikah sirri dan nikah mut’ah. Sehingga terjadi kesalah-pahaman dalam memandang dua hal tersebut dan dicampur-adukkan, padahal dua hal itu berbeda sekali.

Nikah sirri yang dimaksud di Indonesia ini adalah nikah tanpa “mengundang” pencatat dari KUA (Kantor Urusan Agama). Nah sehingga nikah tersebut disebut sebagai nikah sirri (nikah diam-diam/sembunyi) dari pencatatan pemerintah.

Baca lebih lanjut

BSMI Akan dilenyapkan dari Indonesia! Mari dukung BSMI

Sebuah SMS dari salah satu rekan dokter dari BSMI, yang menyatakan BSMI akan dieliminasi dari Bumi Indonesia ini. Karena dimemonopoli oleh hanya satu"Lambang Palang Merah" BSMI harus menjadi korban RUU tentang "Lambang Palang Merah" yang akan disahkan. "Mengapa utk menyelesaikan permaslahan kemanusiaan di negeri ini harus dg monopoli??" Mohon disebarkan" (dr Basuki Supartono-ketua BSMI Pusat).

Saya bergindik saat membaca SMS tersebut. Masya Allah, memonopoli sebuah gerakan sosial kemanusiaan. BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) yang notabenenya sudah diakui oleh dunia international harus angkat kaki. Padahal jika ditilik lebih lanjut, gerakan BSMI lebih cepat ketimbang PMI (Palang Merah Indonesia). Sifat koordinasi yang sistematis membuat BSMI lebih unggul dalam bergerak. Terbukti disetiap daerah bencana, kader-kader BSMI dengan cepat menuju plosok-plosok desa yang terpencil. Saya sendiri ketika di Aceh, Jogja, Trenggalek, Jember saat menjadi relawan bencana, selalu yang saya temui dari tim medis dilokasi adalah para kader BSMI. Mereka cekatan dan tanpa ikhlas dalam memberikan pelayanan. Ini terbukti! Fakta, di Jogja BSMI dapat membangun ratusan rumah tahan gempa untuk korban gempa bumi. Di beberapa tempat bahkan ada dua posko BSMI dan PMI yang satu sama lainnya berjarak 2 kilometer. Para korban lebih menyukai berobat di tim medis BSMI, karena pelayanannya yang begitu ramah dan sangat terlihat familiar dengan orang-orang yang datang. Beberapa korban bencana menyatakan lebih senang berobat di BSMI, karena tidak berbelit-belit.

Baca lebih lanjut

HTI Desak DPR Sahkan RUU Pornografi

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendesak DPR segera mengesahkan RUU Pornografi, sebagai ketentuan hukum bagi pemerintah dan masyarakat, untuk memerangi pornografi dan pornoaksi.

"Harus ada upaya sungguh-sungguh melalui berbagai cara, baik pada tataran penyiapan UU, penegakan hukum dan pengawasan maupun penindakan agar Indonesia benar-benar bebas dari segala bentuk pornografi dan pornoaksi," kata Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto terkait aksi massa HTI di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (29/10).

Dia menyatakan, tidak ada keraguan bagi HTI untuk mendukung DPR segera mengesahkan RUU Pornografi. "RUU tersebut harus mampu menghilangkan segala bentuk pornografi dan pornoaksi, bukan sekadar mengatur apalagi malah melegalisasikan," katanya.

HTI juga menegaskan, ketentuan dalam RUU itu memberi ruang kepada orang non muslim untuk menerapkan ajaran agamanya.

"Semua itu, tentu bisa diwujudkan, jika syariah diterapkan secara kaffah di bawah naungan Khilafah," kata Muhammad Ismail Yusanto. [TMA, Ant]

Din : Tak Ada Alasan Untuk Menolak RUU Pornografi

Penolakan terhadap RUU tentang Pornografi sebenarnya tidak perlu dilakukan, apabila masyarakat mempunyai komitmen yang kuat untuk perbaikan bangsa dimasa depan. Tidak dipungkiri, terdapat fakta-fakta yang memperlihatkan adanya kerusakan moral bangsa akibat persebaran pornografi di media massa oleh industri hiburan.

Penolakan terhadap RUU tentang Pornografi sebenarnya tidak perlu dilakukan, apabila masyarakat mempunyai komitmen yang kuat untuk perbaikan bangsa dimasa depan. Tidak dipungkiri, terdapat fakta-fakta yang memperlihatkan adanya kerusakan moral bangsa akibat persebaran pornografi di media massa oleh industri hiburan.

"Ini yang menjadi keprihatinan kita yang harus diatasi oleh sebuah UU. Oleh karena seharusnya kita tidak perlu keberatan terhada pengaturan industri hiburan yang berbau seks, dan tayangan porno yang jelas-jelas merusak generasi muda dan anak-anak kita, sehingga sebenarnya tidak perlu ada pro kontra lagi," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam kesempatan acara buka puasa bersama media dan ormas Islam, di kediamanannya, Jakarta Selatan, Ahad malam. Baca lebih lanjut

Anggota F-PKS Al-Muzzammil Yusuf Tidak Ikut Rombongan DPR yang Plesir ke Argentina

Tidak seperti yang telah diberitakan berbagai media nasional terkait kepergian (baca: plesir) anggota DPR ke Argentina, terkait studi banding untuk membahas RUU Pilpres, di mana ada nama-nama anggota DPR yang pergi ke negara tersebut (seperti yang diberitakan KOMPAS tanggal 16 Mei 2008), setelah dicek ternyata nama angggota F-PKS Al-Muzammil Yusuf yang diberitakan ikut serta TERNYATA TIDAK IKUT dalam rombongan plesiran tersebut.

Hal ini diperoleh eramuslim setelah yang bersangkutan mengirim pesan singkat kepada kami yang menyatakan bahwa dirinya TIDAK IKUT serta ke Argentina. Isi pesan singkat tersebut lengkapnya adalah:

“Info untuk teman-teman media. Saya TIDAK IKUT rombongan Pansus RUU Pilpres ke Argentina. Kalo teman-teman media sdh ada yang memuat nama saya (Sy dengar termasuk Eramuslim, wlpn sy blm baca sendiri) MOHON di RALAT. Tentang siapa sj yang berangkat, silakan teman-teman media tanya langsung pimp/sekt Pansus. Wass. Al-Muzzammil Yusuf (F-PKS)”

Dengan adanya ralat berita ini maka nama yang bersangkutan dianggap tidak pernah ada dalam daftar nama anggota DPR yang ikut rombongan plesiran tersebut. Dan berita ini merupakan ralat dari kami. (rz)(eramuslim)