Kebangkitan Hizb Salafy di Mesir, Awal Dogtrinasi Negara!

imageBerita mengejutkan datang asal Alexandria, sesungguhnya kelompok Salafi mengontrol 1.000 oleh 4.000 masjid di kota pesisir itu.

Mesti saja kabar ini mengecewakan orang-orang yang meneriakkan masyarakat liberal pasca revolusi Mesir, yang menegaskan sesungguhnya masjid-masjid yang dikendalikan Hizb  Salafi ini bisa jadi sarang pembiakan pemikiran serta ideologi fundamentalis yang kontroversial.

Seperti dilaporkan koran Mesir, The Egyptian Gazette, Rabu (20/4), Alexandria sekarang sudah merupakan lahan subur untuk ideologi Muslim fundamentalis. Ditengarai sesungguhnya jauhnya jarak kota tersebut asal ibukota Kairo mendorong kaum fundamentalis guna menggunakannya seakan-akan safe haven (tempat aman).

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Hizb Salafi Makar Jika Tidak Mengikuti Pemilu

Pemilu yang diadakan di Indonesia ini akan segera dilaksanakan, umat Islam wajib hukumnya untuk segera memilih wakil dan pemimpinnya yang akan duduk di parlemen dalam mewakili umat Islam untuk berbicara dan memperjuangkan permasalahan umat Islam. Hal ini sangat jelas, bahwa pemilu adalah tonggak “peperangan” antara umat Islam dengan para munafik dan kafir.

Mungkin sangat banyak pendukung hizb Salafi menyatakan bahwa keharamannya untuk mengikuti pemilu karena hasil dari produk demokrasi yang berasal dari system kufur. Hal yang sangat perlu dipahami adalah, hizb Salafi juga sangat jelas melarang orang untuk makar terhadap pemerintahan atau terhadap penguasa.

Penguasa dan pemerintahan Indonesia sekarang sedang menghadapi hajat besar, yaitu pemilu. Penguasa dan Pemerintah Indonesia sudah “berfatwah” untuk mengikuti pemilu. Mungkin kita bisa melihat dalil-dalil yang sering dijadikan rujukan para hizb Salafi:

Baca lebih lanjut

Mantan Mufti Mesir: ”Kita Semua Salafi”

Mantan Mufti Mesir, Syeikh Dr. Nashr Farid Washil menyatakan bahwa dirinya tidak terima bahwa pengikut Salaf hanya terbatas kelompok tertentu saja. Dan perlunya membedakan antara da’i dan mufti.

”Saya menolak sifat salafi hanya pada satu kelompok orang mukmin,” ucap salah satu ulama Al Azhar ini.

Lantas, siapa yang bisa disebut salafi? Syeikh Nashr mengatakan, ”Salafi menurut saya, adalah mereka yang berpegang dengan Al-Quran dan As Sunnah. Maka kita semua adalah salafi,” lanjutnya. Baca lebih lanjut

KH Ma’ruf Amin: Salafi Harus Merobah Cara Dakwah

ma_thumb[1]
Buntut salah paham yang membuat warga Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung Lombok Barat menyerang jamaah Salafi membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berkomentar.

Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin mengatakan kasus seperti ini tidak boleh terulang lagi. Menurut Ma’ruf, peristiwa terjadi akibat sifat egoisme beberapa kelompok yang suka menyalahkan golongan lainnya yang berbeda pandangan.

“Golongan ini tidak mau toleransi dengan pemahaman yang berbeda dengan mazhab mereka inilah yang menyulut kemarahan warga,” tutur Ma’ruf kepada hidayatullah Selasa siang.

Menurut Kiai Ma’ruf, pihak MUI sebelumnya sudah mengingatkan aktivis Salafi agar memperbaiki sifat ananiyah mazdhabiyah yang menganggap dirinya paling benar dan menyalahkan golongan yang lain yang menurutnya salah. Meski menurut Ma’ruf, hal tersebut masih dalam taraf ikhtilaf yang dibolehkan, namun hingga kini belum mau ada tanda-tanda perubahan. Baca lebih lanjut

Benarkah Wahabi atau Salafi Terbiasa Mengkafirkan Ulama?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya membaca di beberapa situs internet mengenai aliran Wahabi, ternyata aliran wahabi ini telah mengkafirkan beberapa ulama seperti Imam Bukhari, Imam Namawi, Ibnu Hajar, sahabat Rasulullah, bahkan Nabi Adam dan Siti Hawa pun mereka kafirkan.

Kemudian, statemen mereka: siapapun yg menolak wahabi berarti menolak Islam. Mereka mempunyai kitab Fiqih sendiri dan berbeda dengan fiqih dari 4 madzhab. Tolong dijelaskan Pa Ustadz. Terima kasih sebelumnya, semoga membawa kebaikan. Amien

Wassalamuaikum Wr. Wb.

Usep Indra Haruman
Jawaban Baca lebih lanjut