Saudi Diserang Hacker Israel, Hacker Saudi Tak Tinggal Diam

hacker Saudi Stock Exchange (Tadawul) membantah laporan sebuah media jika situs mereka terkena defice oleh serangan cyber dari hacker Israel, pernyataan ini telah diterbitkan pada hari rabu (18/01).

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa semua sistem Tadawul masih beroperasi dengan baik dan normal. Pernyataan ini menambahkan bahwa langkah-langkah keamanan yang berlaku di sistem Tadawul sangat maju dan menjamin perlindungan dari berbagai serangan hacker.

Dalam sebuah perang cyber, harian Haaretz Israel memberitakan bahwa pada hari Rabu hacker Israel dengan nickname IDF-TIM telah menyerang situs Bursa Efek Saudi (TADAWUL) dan Abu Dhabi Securities Exchange (ADX), hal ini adalah pembalasan terhadap kepada Saudi atas serangan terhadap Tel Aviv Stock Exchange dan Al El pada pekan ini.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Ketika Las Vegasnya Arab Saudi Jengah Dengan Kemaksiatan

Bahrain ibarat madu bagi kumbang-kumbang Saudi yang liar. Di Las Vegasnya Arab itu, mereka bisa memuaskan semua hasrat liarnya. Namun, pemerintah dan parlemen Bahrain rupanya risih wilayahnya jadi ’’kiblat dosa’’.

SURGA dunia di negeri pulau yang luasnya hanya 665 kilometer persegi -nyaris setara dengan DKI Jakarta– itu begitu mudah diakses. Hanya butuh sekitar setengah jam perjalanan darat melewati Jalan Lintas Raja Fahd dari Arab Saudi. Dari Qatar pun tinggal menyeberangi Teluk Persia saja.

Setiap akhir pekan, warga Saudi dan sekitarnya membanjiri negara kecil tersebut untuk memenuhi sejumlah bar dan hotel di Manama. Mereka menenggak minuman beralkohol dan mejeng di jalanan ibukota Bahrain, hingga menjadi pelanggan tetap pusat-pusat pemuas syahwat. Mereka memburu kepuasan yang tak difasilitasi di negeri asal mereka yang ultrakonservatif. Baca lebih lanjut

Kritik Kebijakan Pemerintah, Tokoh Oposisi Saudi Arabia Ditangkap

Tokoh oposisi Saudi, Syeikh Namr Baqir an-Namr ditangkap setelah melontarkan kritikan tajam kepada pemerintahan

Subuh hari Senin (16/3) kemarin, satuan keamanan Kerajaan Saudi Arabia menangkap seorang tokoh oposisi terkemuka negara itu, Syeikh Namr Baqir an-Namr setelah dua hari sebelumnya Namr melontarkan kritikan tajam kepada pemerintahan Saudi Arabia terkait tragedi kekerasan di area pemakaman Baqi.

Situs milik komunitas Syi’ah di Saudi Arabia, Rashid (17/3) mengabarkan, empat buah mobil keamanan Saudi sebelumnya menguntit mobil yang dinaiki Syeikh Namr saat ia hendak menunaikan shalat subuh berjamaah. Sejenak ketika Namr turun, ia pun langsung ditangkap dan dibekap menuju mobil keamanan itu.

Situs Rashid juga mengabarkan, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Syeikh Namr belum mengetahui informasi lanjutan terkait penangkapan salah satu anggota keluarga mereka itu. Baca lebih lanjut

Saudi Larang Dua Buku Sayyid Qutb

Kementerian Pendidikan Arab Saudi baru-baru ini memerintahkan untuk menarik dua buku Sayyid Qutb dari perpustakaan-perpustakaan sekolah di Saudi, karena dinilai berisi ide-ide ektrimis dan bisa menyesatkan para siswa-siswi yang membacanya.

Perintah penarikan kedua buku itu diakui oleh direktur sekolah khusus anak lelaki di provinsi Asir, Abdul Rahman al-Fasil dan direktur sekolah khusus anak perempuan di provinsi Abha, Ibrahim al-Hamdan.

Dua buku Sayyid Qutb yang diperintahkan untuk ditarik dari perpustakaan berjudul "The Lies About Sayyid Qutb" dan "The Jihad in the Way of God". Baca lebih lanjut

Pertama Kalinya, Ulama Saudi Kritik Tajam Usamah Bin Laden

Ulama terkenal Saudi, Salman bin Fahd Al-Audah, melontarkan kritik yang jarang ia lakukan terhadap pemimpin organisasi Al-Qaidah Usamah bin Laden. Al-Audah menganggap bahwa tindakan bin Laden menjadi sebab terbesar berbagai kesulitan yang dialami umat Islam di berbagai negara saat ini.

Dalam sebuah acara televisi channel MBC Saudi, yang berjudul “Hujar Zaweya”, Al-Audah mengingatkan bin Laden dengan perkataannya, “Apa alasan kita atas penghancuran luar biasa yang terjadi di Irak dan Afghanistan? Bahkan peperangan itu kini memicu berkobarnya perang antar etnik yang begitu menghancurkan negara itu dan negara tetangganya. ” Al-Audah melanjutkan rangkaian pertanyaannya kepada bin Laden, “Siapa yang mengambil untuk dari upaya perubahan Maroko, Aljazair, Saudi Arabia dan lainnya menjadi negara yang ditakuti dan wilayah yang tidak aman bagi seseorang?”
Baca lebih lanjut