Media Massa Tertipu Pejuang Kemerdekaan Palsu

ilyas karimBeberapa masyarakat khususnya media massa terkecoh beserta pernyataan Ilyas Karim yang menyatakan seakan-akan pengibar bendera pusaka pertama. Padahal, pria bercelana pendek dalam foto pengibaran itu dikenal bernama Suhud, bukan Ilyas Karim.

Menanggapi kekeliruan ini, sejarawan Asvi Marwan Adam memohon terhadap media massa supaya lebih teliti lagi kedepannya dalam mengabarkan sejarah. Lantaran, kesalahan dalam menampilkan informasi dirasa Asvi bakal membelokkan sejarah.

“Yang salah itu yaitu wartawan yang pertama kali menyebarluaskan sebenarnya Ilyas Karim merupakan pengibar bendera pusaka pertama. Mestinya, wartawan itu kroscek lagi kepada beberapa narasumber maupun sejarawan demi mencari tahu kebenarannya,” ucap Asvi sesaat berbincang, Kamis (25/8/2011).

Asvi menyatakan telah meragukan testimoni Ilyas Karim ketika berdialog di salah satu stasiun televisi pada tahun lalu. Berdasarkan ia, pernyataan Ilyas sangat banyak yang bertentangan dengan sejarah. Baik saat perjalanan ke Rengasdengklok maupun juga ketika prosesi pengibaran bendera pusaka merah putih pertama kali.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Sejarawan Yahudi: Tidak Ada Namanya “Bangsa Yahudi” dalam Sejarah

Sejarawan Yahudi, Shalomo Sand, dosen di University of Tel Aviv, menampik adanya jejak keberadaan apa yang disebut "Bangsa Yahudi" dalam sejarah. Dia menegaskan bahwa "Israel" terlahir atas perampasan tanah warga asli tahun 1948.

Hal tersebut dinyatakan Sand pada seminar yang diselenggarakan Selasa malam di Brussel, seperti dikutip kantor berita Franz Pers. Sand mengatakan kemungkinan bahwa orang-orang Hamas adalah keturunan Daud, jauh lebih mungkin daripada kemungkinan saya adalah anak cucunya. Dia menilai bahwa"bangsa Yahudi datang dari Alkitab; artinya itu adalah suatu hayalan yang diciptaan secara fantastis.

Dia menegaskan dirinya tidak dapat menemukan di perpustakaan kampus, yang berisi ribuan buku, satu buku pun tentang sejarah yang berbicara tentang sejarah Yahudi, atau apa yang disebut tawanan Yahudi dari Palestina.

Baca lebih lanjut