Kota Padang Menjadi Ancaman Kedatangan Tsunami

ancaman tsunami Bukit buatan akan dibangun sebagai shelter vertikal.

Gempa yang melanda Aceh, 11 April, dapat bergeser ke daerah lain di pantai barat Sumatra. Keseimbangan subduksi di Mentawai terpengaruh akibat gempa besaritu dapat menimbulkan tsunami sampai ke Padang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulanangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho mengungkapkan, para pakar memprediksi gempa bumi 8,5 SR dapat memengaruhi sistem keseimbangan subduksi di Mentawai. “Ini dapat menyebabkan gempa megathrust 8,9 SR,“ tuturnya di Jakarta, Kamis (19/4).

Baca Selengkapnya >>>

Inilah Otak Dari Pendiri Gerakan Membasmi Islam (GMI)

image Robertus Prawiranto Wibowo, guru Agama Katolik SMA Bellarminus Bekasi adalah orang yang paling banyak dicari oleh para netter. Namanya jadi buruan karena di blog Bellarminus yang menghujat Islam, nama guru yang biasa disapa Pak Bowo ini disebut-sebut sebagai pendukung dan inisiator Gerakan Membasmi Islam (GMI).

Saat dikawasan Islamic Centre Bekasi, usai pertemuan dengan MUI Kodya Bekasi, Senin (27/4/2010), Bowo membantah keterlibatan dirinya. Ia menyatakan tidak tahu-menahu dengan blog tersebut, dan membantah dirinya mengajarkan kepada para muridnya bahwa Al-Qur’an adalah buku setan dan sesat.

Untuk menampik klaim penulis blog Bellarminus, Bowo berdalih bahwa dirinya adalah guru SMA Bellarminus, sedangkan pelakunya adalah alumnus SMP Bellarminus. (Padahal jelas di twitter disebutkan —> http://www.twitlonger.com/show/vjp3f)

image

“Karena ini murid dari alumni SMP, sementara saya ini guru SMA. Ini yang membuat saya bingung. Saya ini guru SMA, gitu lho,” kilahnya.

Baca lebih lanjut

Remaja Barat Bingung Jenis Kelaminnya Sendiri

img1
Dibiarkan tumbuh membentuk dirinya sendiri, sebagian anak-anak Barat tumbuh tanpa mengenal jati diri-nya dengan baik

Kebebasan yang didengungkan masyarakat Barat memang kelewat batas. Beberapa tahun belakangan semakin banyak anak-anak yang dibiarkan tidak memahami eksistensi dan jati diri-nya dengan baik, hingga akhirnya banyak muncul kasus operasi ganti kelamin di kalangan anak-anak remaja. Alasan yang biasa dikemukakan adalah karena mereka mengalami gender dysphoria, keadaan di mana seseorang merasa terperangkap pada tubuh dengan jenis kelamin yang salah.

Padahal jika diperhatikan lebih cermat, masalah itu adalah karena kebiasaan sejak kecil. Anak-anak itu dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan yang baik untuk mengenal siapa dirinya. Orangtua hanya "pasrah" menuruti kebiasaan yang ditunjukkan oleh anak mereka, hingga akhirnya terbawa hingga dewasa. Jelas sekali orangtua tidak menggunakan masa 0 tahun hingga balita, yang merupakan masa emas untuk pembentukan jati diri anak.
Baca lebih lanjut