Inilah Akibatnya Jika Berani-berani Mengganggu Indonesia (Pic, Rudal Pemusnah TNI)

Mungkin kita tidak akan lupa ketika Amerika menggempur Iraq yang diperkirakan mempunyai senjata pemusnah massal. Hingga akhirnya puluhan ribu tentara sekutu Amerika dikerahkan untuk berperang di Iraq. Namun hasilnya NOL, senjata pemusnah massalnya tidak ada.

Setelah di infestigasi, ternyata senjata pemusnah massal tersebut telah beredar dipasar gelap. Beredarnya senjata pemusnah massal tersebut membuat Amerika ketar-ketir. Sehingga pemerintahan Amerika merasa kecolongan dengan lolosnya senjata pemusnah massal Iraq tersebut.

Hasilnya, adalah ketika senjata pemusnah massal tersebut beredar di pasar gelap. Amerika meng-identifikasi jika senjata pemusnah massal juga beredar dibeberapa negara muslim terbesar sedunia. Yaitu Indonesia, dengan banyaknya teroris yang diperkirakan bercokol di Indonesia maka ditakutkannya senjata itu jatuh ketangan teroris. Namun Amerika sangat kaget, ketika setelah diselidiki ternyata para teroris di Indonesia tidak menggunakan senjata tersebut, seperti prediksi Amerika sebelumnya.

Betapa kagetnya Amerika ketika mengetahui senjata pemusnah massal tersebut ternyata menjadi senjata andalan TNI. Maka dari itu, Amerika menginstruksikan agar jangan ada negara yang berani berperang dengan Indonesia, sebelum Indonesia menyerahkan senjata pemusnah massal tersebut kepada Amerika.

Inilah bukti-bukti foto dari Amerika ketika melihat latihan TNI dengan senjata pemusnah tersebut, dengan berbagai amunisinya:

Baca lebih lanjut

Negara Arab Pembeli Senjata Terbesar di Dunia

Uni Emirat Arab dan Arab Saudi telah menduduki peringkat teratas sebagai pembeli senjata di dunia, membantu Amerika Serikat meningkatkan persentase keuntungan menjadi lebih dari 68,4% dari semua transaksi persenjataan luar negeri selama resesi global.

UEA menandatangani US$ 9.7 miliar dalam perdagangan senjata dan Arab Saudi menandatangani US$ 8.7 miliar dalam perdagangan senjata, New York Times melaporkan pada hari Minggu (6/9). Baca lebih lanjut

Demonstrasi antara menyampaikan kritik atau menghujat?

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata: Rasulullah Saw pernah berasbda, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir janganlah menyakiti tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau hendaklah diam".

Sitiran sebuah hadits Rasulullah tersebut adalah pengingat kita semua untuk berbuat baik dalam segala hal. Termasuk dalam menyampaikan pendapat maupun kritikan. BBM (Bahan Bakar Minyak) telah dinaikkan oleh pemerintah. Demonstrasi dimana-mana, untuk menuntut agar BBM tidak dinaikkan. Kenaikan BBM ini memang realitas dari pemerintahan kita yang tidak berdaya dalam mengelola sebuah negara.

Demonstrasi untuk menyampaikan pendapat, dan kritikan kepada pemerintah. Adalah sangat sah, bahkan dalam sebuah hadits menyatakan :

Sahabat Abdillah Thariq bin Syihab Al-Bajili telah berkata, bahwa ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw sambil duduk bersimpuh: "Ya Rasulallah, manakah jihad yang paling utama?" Jawab Rasulullah: "Menegakkan kebenaran di hadapan pemimpin yang zhalim." (HR. Nasai dengan sanad yang shahih).

Dasar berkata yang benar kepada penguasa yang zhalim, jelas itu merupakan termasuk salah satu jihad yang utama. Jadi, demonstrasi dalam menyampaikan pendapat kepada pemerintah jelas dapat dibenarkan. Namun yang perlu diketahui adalah, akhlaq ataupun adab dalam menyampaikan pendapat tersebut. Cara bagaimana kita menyampaiakan pendapat harus sesuai dengan ketentuan sopan santun yang baik.

Baca lebih lanjut