Iklan PKS yang “Berhasil”

Beberapa waktu saya sedang konkow-konkow dengan para kuli tinta. Sudah kebiasaan, sejak jadi wartawan dulu kebiasaan itu masih melekat. Walaupun sekarang sudah menjadi “orang biasa” yang “biasa” juga menulis. Beberapa kali teman-teman media melontarkan beberapa topik yang segar dan “mungkin” juga masih segar. Saat enak-enaknya minum susu kopi (Susu kopi apa kopi susu yah? Ah, yang terpenting sama nikmatnya), seseorang nyeletuk “Lagi-lagi PKS berhasil. Mulai dari dulu PKS memberikan sensasi di media yang membuat “gerah” dan mendapatkan sambutan pula”. Ada beberapa yang tersenyum, ada juga yang tidak menunjukkan ekspresi sama sekali.

Tak lama ada sambutan jawaban dari yang lain. “Iya, saya juga salut sama tim media PKS yang bisa begitu eye catching dalam mengemas sesuatu. Ini jangan-jangan tim media PKS memang orang media “beneran”” tak lama sambutan jawaban dari wartawan lain juga datang “Iya, tapi tuh iklannya ada iklannya Soeharto. Apa nggak munafiq tuh PKS, dulu aktivisnya menurunkan. Sekarang jadi Guru Bangsa atau Pahlawannya”. Jawab dari yang nyeletuk pun terlontar “Ah, biasa aja tuh. Yang terpenting bagi kita untuk dicermati adalah, bagaimana mereka mengemas tema-tema yang bisa mengena. Herannya, ini partai kecil kok yah punya ide-idenya cemerlang. Bisa bikin pada “bangun” semua. Yah contohnya aja, Tifatul Sembiring melontarkan wacana pemimpin muda. Tuh partai-partai sudah kebakaran jenggot. Dan iklan yang ini juga, banyak yang kebakaran jenggot juga. Meski nggak punya jenggot kayak Tifatul Sembiring, juga kebakaran jenggot” Hehehee, banyak yang pada ketawa. Baca lebih lanjut

PKS Akan Pertemukan Ahli Waris Soeharto dan Soekarno

Jakarta – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mempertemukan ahli waris pemimpin bangsa untuk mewujudkan rekonsiliasi. Mereka yang diundang dalam acara itu antara lain adalah ahli waris mantan Presiden Soeharto dan ahli waris mantan Presiden Soekarno.

Pertemuan para ahli waris pemimpin tersebut merupakan lanjutan iklan Hari Pahlawan PKS yang menuai badai kritik. Menurut Mahfud, tidak ada kesalahan dalam iklan PKS yang memasukkan Soeharto sebagai salah satu pahlawan dan guru bangsa. Soeharto ditampilkan dalam iklan itu sebagai upaya PKS untuk melakukan rekonsiliasi bangsa.

Baca lebih lanjut

Loyalis Senang Soeharto Diakui PKS

Dalam Tayangan Iklan Politik

JAKARTA – Iklan PKS yang menyebut Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan disambut gembira oleh loyalis penguasa Orde Baru itu. Mereka menilai iklan tersebut membuktikan kesadaran baru bahwa banyak program dan hasil-hasil pembangunan yang dihasilkan Soeharto selama kepemimpinannya.

’’Jangan menyoroti sisi negatif saja, karena banyak juga program dan hasil pembangunan yang positif. Semua harus dihargai secara wajar," kata mantan Menko Kesra Haryono Suyono di Lampung kemarin (11/11).

Mantan kepala BKKBN itu mengakui, sebagai manusia, Soeharto mungkin memiliki salah. Namun, dia meminta masyarakat menerapkan falsafah Jawa yang dianut Soeharto, mikul dhuwur mendhem jero (menghormati jasa, memaafkan kesalahan).

’’Ini usaha bagus untuk menghargai sesepuh dan jasa Pak Harto dihargai secara pantas, secara wajar. Saya harapkan PKS mengiklankan Pak Harto dengan maksud positif, bukan agar Pak Harto kembali dicaci-maki," kata mantan menteri asal Pacitan itu.

Baca lebih lanjut

Kontras: PKS Cari Simpati, Momen Tidak Tepat

Jakarta – Ajakan rekonsiliasi PKS dengan menampilkan mantan presiden Soeharto di jajaran pahlawan dan guru besar dinilai hanya untuk meraih simpati dan mendulang suara. Momennya sangat tidak tepat.

"Rekonsiliasi antara siapa dengan siapa? Apa yang persis mau direkonsiliasi? Momennya tidak sangat tidak tepat," kata Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, Kamis (13/11/2008).

Menurut dia, iklan itu lebih sebagai upaya mencari simpati, meraih suara lebih dengan segmen yang seluas-luasnya. "Jauh dari upaya menggelar rekonsiliasi yang jujur," ujarnya.

Usman mengatakan, generasi baru dan generasi lama telah membangun moralitas politik reformasi dengan penegakan hukum. Hukum itu dibuat untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang beradab agar tidak ada dendam.

Baca lebih lanjut

PKB Bela PKS Soal Iklan Soeharto ‘Pahlawan’

Jakarta – Tidak hanya Partai Golkar, PKB pun ikut sumbang suara seputar iklan PKS yang menjadikan Soeharto sebagai ’guru bangsa dan pahlawan’. Bagi PKB, PKS mungkin ingin menunjukkan Soeharto berjasa untuk Indonesia dan bukan sebagai pahlawan.

"Mungkin yang ditampilkan PKS peran Soeharto bukan sebagai pahlawan. Mungkin PKS melihat Pak Harto banyak memberi sesuatu yang berharga bagi bangsa kita. Kalau sebagai pahlawan, memang Pak Harto belum ditetapkan sebagai pahlawan," kata Sekjen DPP PKB kubu Muhaimin Iskandar, Lukman Edy.

Hal ini disampaikan Lukman di sela-sela acara Simposium Nasional Kebangkitan Indonesia dengan tema ’13 agenda kebangkitan bangsa untuk kemandirian dan kedaulatan Indonesia’ di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2008).

Ketika ditanya apakah Soeharto layak menjadi pahlawan, pria yang juga menjabat Menneg PDT ini hanya melempar senyum.

Hasyim Asy’ari

Baca lebih lanjut