Loyalis Senang Soeharto Diakui PKS

Dalam Tayangan Iklan Politik

JAKARTA – Iklan PKS yang menyebut Soeharto sebagai guru bangsa dan pahlawan disambut gembira oleh loyalis penguasa Orde Baru itu. Mereka menilai iklan tersebut membuktikan kesadaran baru bahwa banyak program dan hasil-hasil pembangunan yang dihasilkan Soeharto selama kepemimpinannya.

’’Jangan menyoroti sisi negatif saja, karena banyak juga program dan hasil pembangunan yang positif. Semua harus dihargai secara wajar," kata mantan Menko Kesra Haryono Suyono di Lampung kemarin (11/11).

Mantan kepala BKKBN itu mengakui, sebagai manusia, Soeharto mungkin memiliki salah. Namun, dia meminta masyarakat menerapkan falsafah Jawa yang dianut Soeharto, mikul dhuwur mendhem jero (menghormati jasa, memaafkan kesalahan).

’’Ini usaha bagus untuk menghargai sesepuh dan jasa Pak Harto dihargai secara pantas, secara wajar. Saya harapkan PKS mengiklankan Pak Harto dengan maksud positif, bukan agar Pak Harto kembali dicaci-maki," kata mantan menteri asal Pacitan itu.

Baca lebih lanjut

Iklan

Terbongkar Lagi, Fitnah Fatah terhadap Hamas

Selain Palestine Information Center yang berhasil mengungkap dokumen rahasia strategi Fatah untuk menghancurkan Hamas, surat kabar Jerusalem Post edisi Senin (1/10) membeberkan upaya-upaya yang dilakukan oleh para intelejen Presiden Mahmud Abbas untuk menjatuhkan citra Hamas.

Mereka membuat rekaman video palsu di mana dalam video itu diperlihatkan rekaman pembunuhan terhadap seorang remaja perempuan, berusia 16 tahun, dan pelakunya dibuat sedemikian rupa seolah-olah dari anggota Hamas. Pembunuhan itu disebutkan terjadi pada bulan Juli.

Badan intelejen Fatah sengaja mengontak harian Israel Jerusalem Post dan mengirimkan video palsu itu ke harian tersebut, untuk memfitnah bahwa Hamas telah melakukan tindakan brutal di Jalur Ghaza.

Para intelejen pro-Fatah itu juga memberikan nomor telepon dua orang yang mereka sebut sebagai saksi mata atas peristiwa pembunuhan itu, pada harian Israel tersebut.

Namun Jerusalem Post segera meralat artikel tentang video itu, setelah memastikan bahwa isi rekaman video tersebut hanya akal-akalan Fatah untuk menyudutkan Hamas. Mereka mendapat kepastian bahwa video itu palsu, dari para pembaca dan blogger yang mengkritisi berita tentang rekaman video buatan Fatah itu.
Baca lebih lanjut