Momentum Imlek Untuk Bersyukur Telah Berislam

cina muslimTahun Baru Cina (Imlek) 2563 yang jatuh tepat pada Senin (23/1), sebenarnya tidak memiliki arti spesial bagi warga Muslim Tionghoa yang ada di Kota Surabaya. Namun mereka menjadikannya sebagai momentuk untuk bersyukur kepada Allah SWT karena telah berislam.

Perayaan Imlek hanya dilakukan sekedar formalitas saja. Seperti dilaukan komunitas Muslim Tionghoa Masjid Ceng Ho Surabaya. Mereka tetap menjalankan tradisi Imlek dengan berkumpul bersama keluarga pada malam Imlek dan membagikan angpao kepada saudara-saudara yang belum menikah.

"Itu hanya formalitas saja, yang penting hanya tradisinya, bukan ibadahnya," ujar Ong Sau Ming salah satu warga Muslim Tionghoa, Senin (23/1).

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Siswa-Siswi SD Demo Guru Pengawas Yang Menyuruh Nyontek

imageJika kejadian di daerah Jl. Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes yang berbuah pengusiran dari warga atas pengungkapan kasus kecurangan (nyontek) massal, lain lagi yang terjadi di SDIT yang ada di daerah Sidoarjo. Peristiwa yang memalukan ini malah dilakukan oleh guru pengawas yang notabene guru dari luar SD Islam Terpadu tersebut.

 

Kejadian ini terjadi saat UNAS beberapa waktu yang lalu. Guru pengawas ujian nasional untuk SD Islam Terpadu yang bukan berasal dari guru SDIT sempat heran dengan tingkah laku murid SDIT yang tidak sebagaimana murid SD lain ketika Ujian berlangsung. Ketika ujian berlangsung, murid-murid SDIT malah asyik sendiri dengan mengerjakan soal ujian masing-masing. Tidak ada satupun murid yang "clingukan" mencoba untuk mencari contekan, apalagi suara gaduh memanggil temannya untuk mendapatkan soal jawaban.

 

Baca Selengkapnya >>>

Memahami Introspeksi Bersama Prof Roem Rowi

Introspeksi. Begitu sering kata itu terdengar. Seperti sudah terlalu biasa hingga mungkin maknanya yang mendalam tak lagi terasa. Tapi, berbicara tentang kata itu bersama Guru Besar Ilmu Alquran Program Pasca Sarjana IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Prof Dr HM. Roem Rowi MA, sejuta hikmah bisa didapat.

"Anda perhatikan tidak bagaimana posisi jari kita ketika sedang menuding seseorang? Menuding orang itu hanya dengan sebuah jari, satu masalah. Tetapi, sadarkah bila empat jari lainnya menuding diri sendiri? Yang berarti justru kita yang punya empat masalah," katanya mengawali wawancara saat ditemui di kediamannya kawasan Pagesangan, Surabaya.

Roem, begitu dia akrab disapa, menyadari betapa pentingnya kebutuhan introspeksi diri. "Introspeksi membuat kita terlepas dari hal menyalahkan konsep di luar diri. Yakni, orang lain, lingkungan, ataupun takdir," tutur suami Nurul Fatimah tersebut.

Dengan menyalahkan hal di luar diri, tak ada untungnya. Menurut Roem, itu hanya membuat mental dan pikiran makin kerdil. "Kegagalan bukanlah untuk disesali, tetapi dicermati demi lahirnya kebangkitan diri," tutur pria kelahiran Ponorogo, 3 Oktober 1947 itu.

Roem memaparkan, introspeksi menjadi salah satu kunci sukses kehidupan seseorang. Menurut dia, hidup tak lepas dari rintangan. "Bila di tengah perjalanan kegagalan datang dan kita justru mencari kesalahan di luar diri, itu sudah menjadi bumerang terhambatnya langkah perbaikan," jelas alumnus Al Azhar, Kairo, tersebut.

Baca lebih lanjut