Keharmonisan Selebritis, Aa Gym Mengakui Kesalahan Dan Bertobat

aa gym Ucapan syukur umat Islam di Indonesia atas pernikahan Aa Gym dengan Teh Ninih merupakan sebuah harapan yang besar, kembalinya seorang Aa Gym dengan istri yang pertama adalah sebuah catatan penting yang mestinya menjadi pelajaran juga bagi setiap orang. Aa Gym yang bernama lengkap Abdullah Gymnastiar merupakan seorang da’i yang mampu membimbing umat dalam meneguhkan keimanan dalam kesejukan akhlaq. Tak hanya umat Islam, bahkan tak jarang umat non Islam pun senang dengan ceramah atau taujih Aa Gym.

Namun hal yang mungkin agak kurang sreg (dulu) bagi beberapa kalangan umat Islam, adalah ketika Aa Gym “bermain” mesra-mesraan didepan publik. Hal inilah yang menjadi kurang begitu disukanya perbuatan Aa Gym atas “diumbarnya” keharmonisan kepada publik. Adegan gandeng tangan, cium pipi, cium kening, dsbnya. Dipertontonkan didepan umum, dan menjadi konsumsi hal yang menjadi “biasa” untuk ditonton publik.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Kebobrokan Peradaban Barat (Taujih Mursyid’Aam Ikhwanul Muslimin)

Tidak diragukan lagi bahwa kejadian besar yang menimpa umat Islam mendorong kita untuk selalu merenung tentang keadaan dan apa yang menimpa mereka dari pergantian hari dan tipu daya malam.

Taujih Ustadz Mahdi ’Akif
Mursyid ’Aam Ikhwanul Muslimin

Dengan nama Allah, Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam bagi Rasulullah dan orang-orang yang mengikutinya, amma ba’du.

Tidak diragukan lagi bahwa kejadian besar yang menimpa umat Islam mendorong kita untuk selalu merenung tentang keadaan dan apa yang menimpa mereka dari pergantian hari dan tipu daya malam. Dulu, mereka berpegang teguh pada agamanya. Merekalah umat yang luhur, dimana tentara mereka dapat berdiri tegak di hadapan pasukan musuh yang melampaui batas, yang terbesar pada masa itu.

Mereka mengatakan “Sesungguhnya Allah mengutus kami untuk mengeluarkan umat ini dari penyembahan kepada hamba sahaya menuju penyembahan kepada Allah Ta’ala yang satu. Mengeluarkan manusia dari kezaliman berbagai agama kepada keadilan Islam. Membebaskan manusia dari sempitnya dunia menuju luasnya dunia dan akhirat.”

Begitupun para penggantinya, pernah menyampaikan dengan penuh percaya diri kepada awan yang berhembus di udara, “Turunkanlah hujan sekehendakmu, maka pastilah curahanmu akan menimpaku.” Salah satu pemimpinnya menceburkan kudanya ke lepas pantai, dimana berakhirlah satu bidang bumi di hadapan matanya, lalu ia berkata, “Demi Allah, seandainya aku tahu bahwa di belakangmu ada daratan dimana orang mengkafirkan Allah, pastilah aku akan memeranginya di jalan Allah.” Baca lebih lanjut