TV Hambat Perkembangan Bicara Anak

TV merupakan salah satu sarana hiburan dan sumber informasi. Tapi, hati-hati dengan frekuensi dan durasi menonton Anda, terutama jika melibatkan anak. Pasalnya, TV bisa mengganggu kemampuan berbicara anak. Sebuah studi dari University of Washington School of Medicine menemukan, orang tua yang meninggalkan TV dalam keadaan menyala, bahkan saat tidak ada seorang pun menonton, bisa membahayakan perkembangan bicara anak. Studi ini menyatakan, baik orang dewasa maupun anak-anak, hanya menggunakan sangat sedikit kata-kata saat TV sedang menyala dan merebut perhatian mereka.

Para peneliti mempelajari 329 anak yang berusia antara 2 bulan dan 4 tahun dengan menggunakan alat rekam digital. Alat rekam ini berfungsi menangkap apapun yang mereka dengar atau katakan.

Berdasarkan laporan dari the Archives of Paediatrics and Adolescent Medicine, peneliti menyebutkan, anak-anak mendengar rata-rata 770 kata, lebih sedikit dari orang dewasa. Atau 7% per setiap tambahan 1 jam paparan TV. Baca lebih lanjut

Indonesia Itu Melankolis, Romantis Dan Anarkis

Beberapa hari lalu kita disuguhi oleh banyaknya “tawuran”, entah itu antara masyarakat dengan masyarakat lainnya, antara masyarakat dengan polisi, mahasiswa dan mahasiswa, mahasiswa dan polisi, polisi dan polisi, polisi dan TNI, polisi dan preman.

Berita-berita yang menyuguhkan tentang bagaimana kerasnya pertikaian antara satu dan yang lainnya, membuat miris yang melihatnya. Ini adalah sebuah hal yang harus menjadi perhatian besar bagi kita semua, karena akan terjadi masalah kemerosotan beradaban sebuah negeri. Persoalan-persoalan antara pengerahan massa satu sama lainnya dan saling bentrok membuat keberadaban bangsa Indonesia yang dikenal ramah dan sopan akan menjadi terkikis. Dan menjadikan negara yang tidak beradab dan bermoral dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.

Baca lebih lanjut