Video Tentara (Banci) Israel Yang Menari Diatas Penderitaan Rakyat Palestina

HEBRON–Rasa kemanusiaan di kalangan tentara Israel sungguh sudah menghilang. Di tengah penderitaan yang luar biasa warga Palestina, mereka malah meluapkan kegembiraan. Paling tidak ini tercermin dari video yang menggambarkan enam orang tentara Israel menari-nari di wilayah pendudukan yang sebenarnya sedang ‘panas’.

Video tentara Israel menari ini telah ditayangkan di laman youtube sejak Jumat lalu. Di situ tergambar enam orang tentara Israel yang menari-nari di Jalan Shuhada, Hebron. Di bagian akhir video tertulis bahwa warga Palestina tidak lagi boleh melintasi jalan tersebut. Hanya satu persen penduduk Hebron yang merupakan kemunitas Yahudi, yang bisa melaluinya. Lihat Videonya:

Baca lebih lanjut

Iklan

Tentara, Profesi yang Rawan Bunuh Diri

Berada dalam situasi selalu waspada pada pertempuran dan kelelahan tentu menimbulkan rasa stres. Tak heran bila banyak tentara, terutama yang diterjunkan di medan perang, kemudian mengalami depresi dan dilanjutkan bunuh diri.

Tengok saja laporan dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Tahun lalu, ada 143 tentara dan 113 orang dari satuan tugas lainnya yang mengakhiri hidupnya sendiri. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam 30 tahun terakhir. Sementara itu, tahun ini sudah tercatat 100 orang tentara yang sedang bertugas dilaporkan bunuh diri. Baca lebih lanjut

Kekejaman Zionis Diungkap Tentara Israel

img
TEL AVIV – Bahwa Israel melakukan banyak tindakan biadab selama 22 hari menggempur Jalur Gaza yang lalu, sudah menjadi rahasia umum. Tapi, baru kali ini kekejaman Negeri Zionis itu diungkap sendiri oleh serdadu mereka.

Pengungkapan tersebut berlangsung saat diskusi pada akhir Kursus Pra-Militer Yitzhak Rabin di Oranim Academic College, Israel bagian utara, 13 Februari lalu. Yitzhak Rabin adalah mantan perdana menteri Israel yang dikenal sangat moderat. Dia dibunuh seorang aktivis ultranasionalis Yigal Amir pada 1995.

Sebenarnya, sesi yang melibatkan beberapa serdadu yang baru bertugas di Gaza itu berlangsung tertutup. Tapi, harian yang terbit di Tel Aviv, Haaretz, berhasil mendapatkan transkripnya dan dikutip oleh harian Inggris, The Independent, kemarin (20/3). Identitas seluruh tentara yang menjadi narasumber dirahasiakan. Baca lebih lanjut

Takut Al Qassam, Tentara Israel Memakai Pampers

pam_thumb[1]
Bukan hanya bayi yang mengenakan popok alias pampers. Tetapi tentara Yahudi-Israel juga mengenakannya. Tapi bukan karena mereka suka ngompol. Ini disebabkan karena mereka takut buang air di luar kendaraan tempur karena khawati serangan para pejuang Al-Qassam.

Mungkin karena ketakutan itulah yang membuat alas an pasukan Israel hingga memutuskan mengenakan Pampers. Gara-gara sikapnya yang lucu ini, para pemuda Palestina memberi julukan baru pada mereka dengan sebuah Jaish Pampers (tentara Pampers).

Julukan ini bukanlah tanpa dasar, para pejuang Al-Qassam berhasil mengungkap bahwa pasukan Israel memakai penampung air seni, yang biasa dipakai anak-anak atau para manula. Baca lebih lanjut

“Anjing-Anjing Yahudi Dikerahkan”

Tak puas membantai, Zionis mengirim anjing-anjingnya untuk melahap jenazah warga Gaza. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-254

Oleh: Adian Husaini *

Mungkin kita memang sudah kehabisan kata-kata untuk melukiskan kebiadaban kaum Yahudi Israel. Hari demi hari, mereka bukan menghentikan invasi dan kebiadabannya di Jalur Gaza, tetapi bahkan semakin bertambah brutal. Kaum Yahudi itu tidak peduli bahwa yang menjadi korban serangan mereka adalah ribuan wanita dan anak-anak. Raungan dan jerit tangis anak-anak Palestina yang tercabik-cabik tubuhnya oleh peluru dan rudal Israel tak meluluhkan hati kaum Zionis ini untuk menghentikan kebiadabannya.

Bahkan, apa yang kemudian terjadi sungguh di luar bayangan manusia. Kaum Zionis itu bukan hanya membunuhi anak-anak, tetapi juga melepaskan anjing-anjing mereka untuk melahap tubuh jenazah anak-anak Palestina. Mengutip berita di situs Islamonline.com, (16/1/2009), masih memampang sebuah berita yang menceritakan ketakjuban Dokter Kayed Abu Aukal menyaksikan kondisi tubuh seorang anak Palestina berumur 4 tahun. Baca lebih lanjut

300 Ribu Tentara AS di Irak & Afghanistan Terkena Depresi

Washington – Bahaya bunuh diri dan gangguan mental mengancam pasukan AS yang bertugas di Irak dan Afghanistan. Institut Nasional Kesehatan Mental di negeri Paman Sam ini pun memperingatkan akan bahaya yang mungkin terjadi.

Seperti dikutip AFP, Selasa (6/5/2008), ada sekitar 1,6 juta pasukan AS yang bertugas di negeri konflik tersebut. Dan sekitar 18-20 persennya atau 300 ribu pasukan menunjukan gejala post-traumatic stress dissorder (PSTD) dan depresi.

Hal itu seperti yang dinyatakan Kepala Institut Kesehatan Mental Thomas Insel dalam konferensi pers pertemuan Asosiasi Psikiatri Amerika. Dia juga memperkirakan, 70 persen dari para penderita gangguan psikologis dan mental tersebut tidak mendapatkan bantuan perawatan dari Departemen Keamanan dan Bagian Veteran.

Insel memperingatkan agar penanganan segera dilakukan, jika tidak maka tentara yang terkena depresi dan PSTD itu bisa melakukan bunuh diri atau mengalami gangguan mental. “Ini bisa menciptakan kondisi buruk bagi sektor kesehatan publik,” tambah Insel.

Data menunjukan 4 ribu tentara AS tewas sejak invasi pada 2003 lalu dan sekitar 400 lainnya tewas di Afghanistan sejak invasi pada 2001 lalu. ( ndr / rdf )
(detik)

JIKA ORANG-ORANG KAFIR BERTEMPUR UNTUK MENCARI KEHIDUPAN, TETAPI PARA MUSLIM BERTEMPUR UNTUK MENCARI KEMATIAN. KARENA SYAHID CITA-CITA YANG TERTINGGI BAGI PARA MUJAHID-MUJAHIDAH . DAN MEREKA TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH MEREBUT NEGERI-NEGERI ISLAM YANG DIKUASAI OLEH PARA KAFIR.