Wow, Hebat! Teroris Ikut Sidang NATO Memerangi Teroris (Sebuah Penyamaran Yang Memuakkan)

Media-media Turki Selasa (16/3) menyebut Kepala Staf Militer Gabungan Zionis Israel, Gabi Ashkenazi sebagai teroris dan mengutuk kunjungannya ke Turki

Kantor berita IRNA melaporkan, kehadiran Ashkenazi Senin lalu (15/3) dalam sidang kerjasama memerangi terorisme yang digelar oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan militer Turki di Ankara menuai protes keras media-media Islam negara itu.
Koran Vakit Turki kemarin di halaman mukannya menulis, "Seorang teroris menghadiri sidang memerangi terorisme."
"Kehadiran gembong operasi teror di Palestina, Gabi Ashkenazi dalam pertemuan Ankara telah melecehkan warga Turki, tambah Vakit."

Baca lebih lanjut

Press Release Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyah

Persoalan yang terjadi antara pengamat Timur Tengah sdr.Lutfi A. Tamimi yang juga direktur Majalah Sabili / Cyber Sabili / Radio Islam Sabili, bermula pada acara disalah salah satu stasiun TV di pagi hari dimana sdr.Lutfi meminta agar waspada terhadap dana-dana yang masuk untuk para teroris dan Radikalis.Yang kedua kalinya sdr.Lutfi sebagai pengamat timur tengah mendapatkan artikel dari website yang isinya mengkafirkan Dewan Perwakilan Rakyat dan menyamakan hukum Pemilu seperti hukumnya kaum muslimin memakan daging babi.Dibawah Ini adalah Press Release dari Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyah. Baca lebih lanjut

Jenazah Berewok itu, Bukan Noordin….

Noordin M Top
Jenazah yang meninggal pada penggerebekan di Solo 16 September lalu disinyalir bukanlah Noordin M Top yang sebenarnya. Pihak keluarga gembong teroris asal Malaysia itu pun diminta untuk mengakui Noordin palsu tersebut.

Direktur Pusat Studi Intelijen dan Kemanan Nasional (SIKNAL) Dynno Creesbon mengatakan, dirinya mendapat kabar dari kerabat Noordin di Malaysia, yang meragukan keaslian jenazah pria bewok yang tewas bersama tiga rekannya di Solo itu.

"Foto yang dilansir polisi tidak sama dengan foto Noordin yang dimiliki keluarga. Apa iya orang berubah dalam sekian tahun," kata kata Dynno menirukan sumber dari kerabat Noordin kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (29/9).

Dynno melanjutkan, pihak keluarga konon diminta Polisi Malaysia agar mengiyakan jika jenazah yang di Solo adalah Noordin yang sebenarnya. "Demi kepentingan bangsa dan negara ada baiknya Polri kroscek lagi, sebab banyak pihak meragukan termasuk keluarga Noordin sendiri," imbuh pria asal Ambon, Maluku ini.

Oleh sebab itu, kata Dynno, Polri harus terbuka terhadap masukan masyarakat dan para pengamat agar berhati-hati dalam menentukan sesorang itu Noordin atau bukan. "Sebab saya dan keluarga Noordin, kalau boleh jujur merasa tidak melihat itu jenazah Noordin yang sebenarnya," tandas Dynno.

Manyamakan Dakwah dengan Teroris Tindakan Gegabah

Almuzammil Yusuf Anggota DPRRI Fraksi PKS

Memang pukul rata selalu salah. Menilai aktivis dakwah semua teroris adalah tindakan gegabah. Menurut Almuzammil Yusuf dari Fraksi PKS DPR RI, Polisi harus proporsional menilai dakwah.

Mengatakan dakwah akan diawasi Polisi karena ada segelintir kecil teroris dari aktivis dakwah sama saja secara tersirat mengatakan dakwah dan masjid (tempat dakwah berlangsung) itu adalah aktifitas dan tempat yang harus dijauhi karena berbahaya bagi keamanan bangsa. ”Makna tersirat ini menjadi sangat tidak adil dan berlebihan. Terlebih di bulan suci Ramadhan, umat Islam sedang giat-giatnya ibadah ke masjid,” katanya

Dalam pandangan Muzammil, bahwa ada aktivis Islam yang tertarik ke teroris itu benar, sebagaimana juga aktivis agama lainnya di berbagai penjuru dunia. tetapi aktivis dakwah atau aktivis masjid yang terseret ke teroris jika dibandingkan jumlah aktivis masjid yang menjadi WNI yang baik-baik seperti menjadi ulama, cendekiawan, pengusaha sukses, pelajar berprestasi dan pejabat negara, jelas jumlahnya lebih banyak.

Karena produk utama dakwah dan masjid itu adalah iman takwa dan akhlak mulia. Dan iman takwa dan akhlak mulia itu sudah menjadi tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada pasal 31 ayat 3 UUD 1945 pasca amandemen, yang itu mengikat seluruh WNI dan kegiatan pendidikan di lembaga-lembaga negara,” jelasnya.

Maka semua lembaga pendidikan di RI, termasuk pendidikan di lingkungan Polri dan TNI harus menuju tujuan nasional di atas. Kalau tidak seperti itu justru salah dan menyimpang dari UUD 45.

Tapi Muzammil khawatir dampak peringatan dari Polri dan juga komentar miring salah seorang Pangdam terhadap dakwah, jubah dan jenggot, akan membuat WNI Muslimin akan takut dengan dakwah dan masjid. Jangan-jangan nanti juga pembinaan Polri dan TNI juga akan jauh dari masjid seperti masa Orba dulu, yang dekat dengan masjid dan dakwah bisa mendapat kondite buruk.

Muzammil meminta SBY harus berbicara meluruskan isu yang berkembang. Ini akan sangat merugikan citra pemerintahan SBY. Apalagi SBY dan Boediono sebagai capres/cawapres terpilih didukung oleh partai-partai relijius nasionalis Seperti PKS, PAN, PKB dan PBR.

”Saya yakin Pak SBY dan juga capres/wapres lainnya sangat komit dengan tujuan Pendidikan nasional untuk membangun iman takwa dan akhlak mulia tersebut,” simpulnya.

Dimana Noordin M Top memang belum jelas. Tapi, ”Pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari kasus ini sudah kelihatan.”
Karena itu wajar bila meminta agar Pemerintah SBY meluruskan kasus ini, agar kecurigaan bahwa SBY ikut menikmati menjadi terhapus.

PKS Berang, Polisi Menangkap Jamaah Tabligh

Sebanyak 18 Jemaah Tabligh asal Filipina ditangkap Polda Jawa Tengah dan diperiksa untuk menyelidiki keterkaitan mereka dengan jaringan terorisme.

Menurut Kapolda Jawa Tengah, Irjen Alex Bambang Riatmojo, mereka sampai saat ini belum terbukti terlibat dengan kegiatan terorisme di Indonesia.

Namun diketahui bahwa mereka telah menyalahi penggunaan visa kunjungan ke Indonesia.”Mereka menggunakan visa wisata tapi di Indonesia untuk berdakwah,” jelas Alex, Kamis (20/8/2009). Baca lebih lanjut

Mungkinkah Noordin M Top “Nyengir” Ketika Melihat Polisi Menggerebek: Kuat Dugaan Jasad Teroris Bukan Noordin

Istri Tak Yakin Tewas, Polisi Diminta Jujur

JAKARTA – Teka-teki identitas pria yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung Sabtu lalu (8/8) masih ditutup rapat oleh polisi. Mabes Polri berdalih akan melakukan tes DNA secepatnya untuk menentukan kepastian jenazah itu adalah Noordin M. Top atau bukan. Sebab, menurut Kadivhumas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna, DNA keluarga Noordin sebenarnya pernah diambil.

Namun, mantan Kapolda Sumatera Utara itu tidak merinci tanggal pengambilan DNA penentu jenazah tersebut. "Kita berdasar fakta juridis, harus bisa dipertanggungjawabkan. Nanti jika itu benar Noordin, akan disampaikan oleh Kapolri. Kalau bukan, juga akan disampaikan," katanya kepada Jawa Pos kemarin.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, dugaan bahwa jasad yang kini terbujur kaku di ruang pendingin RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, itu bukan Noordin semakin kuat. Bahkan, polisi diduga salah perhitungan saat menggerebek rumah Muh Djahri. (Mengembalikan Jati Diri Bangsa) Baca lebih lanjut

Analisa Dummy Bom Kuningan

Semua insya Allah sudah mengatahui kejadian bom di Indonesia Jum’at pagi kemarin. Yang membuat kita semua miris serta mengecam aksi brutal tidak bermoral tersebut. Dan mungkin sebagian besar juga kecewa karena batalnya MU (Manchester United) bermain di Indonesia. Nah ini lagi ada pakar intelegent yang langsung menuding kelompok Wahabi yang melakukan aksi pengeboman itu. Kalau bicara kelompok Wahabi, Muhammadiyah juga salah satu kelompok wahabi loh! (Ingat nggak waktu Kh. Ahmad Dahlan saat membetulkan masjid ke arah kiblat, beliau dibilang Wahabi bau kencur oleh kyai yang lain, karena merubah tradisi) Ah, nggak bangets deh niru komentar para orang-orang yang membenci Islam.

Di beberapa segmen yang lain, Fauzan Al Anshari tadi pagi di TVONE bersama Sedney Jones, berdebat masalah ini. Lucu juga komentar Sedney Jones, antek Amerika ini mengatakan bahwa kelompok Nurdin M Top yang melakukannya, karena dilihat dari kebiasaan mengebom. Tetapi analisanya nggak detail seperti Fauzan Al Anshari yang menyebutkan fakta dan data keterlibatan intelegent dari setiap peran bom di Indonesia. Namun sayang, Hendropriono orang intelegent yang juga diundang oleh TVONE tidak bisa dihubungi, dan tidak mengangkat telephon setelah berkali-kali dihubungi TVONE(mungkin takut kali yah terbongkar kebenciannya terhadap umat Islam?).

Ternyata analisanya Fauzan Al Anshari sama dengan analisa saya. Wah, subhanallah kok bisa yah? Padahalkan saya belum pernah bertemu muka langsung kepada beliau, apalagi ngobrol. Nggak pernah sama sekali! Mungkin ini yah yang dinamakan kekuatan ukhuwah Islamiyah. Ok, ini adalah analisa yang yang hampir sama dengan analisa Fauzan Al Anshari. Baca lebih lanjut