Tifatul Politisi Terpopuler di Dunia No 24!

img7

Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring boleh berbangga diri. Walaupun seorang menteri, untuk urusan dunia maya, tingkat kepopuleran Tifatul melebihi siapa pun juga yang terdapat di Indonesia.

Setidaknya ini sesuai penilaian dari laman pencatat statistik media sosial, famecount.com. Selasa (19/7/2011). Dia merupakan satu-satunya politisi dari Indonesia yang masuk di dalam urutan 50 besar politisi ternama seluruh dunia. Tifatul sukses duduk di urutan 24.

Kepopuleran Tifatul di jagat maya sebenarnya masih berada di bawah pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama yang ada di urutan 3, Gubernur California Arnold Schwarzenegger (4), mantan Wapres AS Al Gore (5), politisi AS Sarah Palin (9), PM Thailand Abhisit Vejjajiva (17) atau Presiden AS Barack Obama yang menempati urutan pertama. Tetapi kepopuleran Tifatul jauh berada di atas politisi asal Malaysia Anwar Ibrahim yang menempati urutan 35 dan Joe Biden (54).

Baca selengkapnya >>>

Iklan

Akibat Sakit Pendengaran, Wartawan Detik.com Salah Memberitakan

img5

Menkominfo Tifatul Sembiring mengeluarkan hak jawab atas terjadinya kesalahan pemberitaan yang dilakukan wartawan detik.com Ardhi Suryadhi perihal kunjunganya ke SD 01 Menteng.

Berikut surat lengkapnya:

Baca Selengkapnya >>>

Blackberry Akhirnya Tunduk Dengan Menkominfo, Hebat Euy!

imageMenkominfo Tifatul Sembiring berharap Research in Motion (RIM) dapat cepat mengambil ketetapan serta sanggup mendirikan node jaringan buat regional network aggregator BlackBerry wilayah Asia di Indonesia.

"Kami pasti berharap pembangunannya dapat berlangsung tahun ini pula," ucap dia di sela rapat dengar pendapat bersama Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Senin (17/1/2011).

Keinginan pembangunan server sudah disampaikan Kementerian Kominfo ketika berjumpa bersama perwakilan RIM tadi pagi. Berdasarkan Tifatul, RIM bakal menelaah serta memikirkan pembangunan jaringan itu dan memberikan keputusan dalam saat dekat.

Baca Selanjutnya >>>

Inilah 9 Alasan Menkominfo Untuk Keuntungan NKRI Yang Harus Diberikan Dari RIM BlackBerry

imageMenteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring sekali lagi angkat bicara masalah perdebatan pemblokiran layanan internet BlakcBerry. Di antara akun Twitter-nya, @tifsembiring, Tifatul menerangkan sembilan hal mengenai polemik tersebut.

Di antara sepuluh itu, Tifatul mengatakan terdapat sekira 3 juta pelanggan Research in Motion (RIM), produsen BlackBerry, di Indonesia. Mengenai banyaknya itu, RIM menangguk buat pemasukan bersih Rp 2,268 triliun setiap tahun.

"Salahkah kita meminta "JATAH" untuk NKRI sebagaimana tenaga kerja, konten lokal, hormati serta patuhi ketentuan Hukum serta UU di RI yg berdaulat ini," ucap Tifatul melalui akun Twitter-nya, Selasa (11/1).

Berikut sembilan keterangan Tifatul yang baru di akun Twitter-nya.

Baca Selanjutnya >>>

Banyak Pengguna Blackberry Indonesia Malu Setelah Menghujat Mekominfo

Menkominfo Tifatul Sembiring merilis ultimatum atas Research In Motion (RIM) supaya menutup semua akses atas website porno yang masih dapat dibuka di masing-masing ponsel BlackBerry yang dipakai di Indonesia.

Di antara ultimatumnya, vendor dari Kanada tersebut diberi tenggat waktu semasa dua pekan. Bila hingga 17 Januari 2011 akses atas laman porno tidak saja ditutup, sampai enam operator yang merupakan mitra RIM hendak diminta agar menghentikan layanan BlackBerry.

Baca Selebihnya >>>

 

Kontroversi Pak Tifatul “Kebenaran Yang Pahit Dan Takut Didengar”

Beberapa waktu, saya melihat headlines besar di situs kompas, tentang kontroversi Menteri Komunikasi kita (Tifatul Sembiring) yang mengatakan pada intinya:

“soal mirip ini pun pernah terjadi dalam sejarah. Umat Islam, katanya, meyakini bahwa orang yang disalib di Bukit Golgota bukan Nabi Isa, melainkan seseorang yang mirip dengannya. Sementara itu, umat Kristiani, lanjutnya, meyakini bahwa yang disalib adalah Yesus. Soal mirip ini, sambung Tifatul, ternyata berimplikasi panjang dalam sejarah.”

Dengan dibumbu-bumbui pernyataan “penulis” berita di kompas, seakan-akan Menteri Komunikasi kita ini menjelekkan agama tertentu. Tanpa klarifikasi yang jelas, beberapa tokoh liberal mulai angkat bicara tanpa mau mengklarifikasinya dengan pernyataan yang dikeluarkan Menteri Komunikasi.

Baca lebih lanjut