Tuntutlah Ilmu Bukan Sampai Negeri Cina Tapi ke Erdogan

Oleh: Ikhwanul Kiram Mashuri

erdogan Dalam berbagai kesempatann, saya pernah menyampaikan ke sejumlah teman politikus, kalau mau belajar pemerintahan yang Islami, berkiblatlah ke Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. Mengapa Turki? Mengapa Erdogan? Turki dan Indonesia sama-sama negara demokratis. Keduanya berpenduduk majemuk. Kedua negara mayoritas berpenduduk Muslim, namun bukan negara Islam.

Indonesia merupakan negara Pancasila yang definisinya bukan negara agama dan sekuler, sedangkan Turki adalah sekuler. Namun, Erdogan yang berpenampilan rapi – selalu mencukur kumis dan jenggotnya – justru berhasil mengislamkan pemerintahan. Bukan sembarang sekuler, melainkan sekuler ekstrem, lantaran kebebasan individu sangat dibatasi, antara lain, pelarangan jilbab di institusi pemerintah.

Baca Selengkapnya >>>

Para Hacker di Turki, Meretas Dokumen Top Secret Israel

image Pejabat Israel menyatakan ketakutan mereka akan serangan Turki terhadap situs-situs Israel.
Laporan dari sebuah media pada hari Senin (19/7) mengungkapkan, seorang hacker muda asal Turki berhasil menerobos situs Israel serta mengambil dokumen dan data-data privasi perseorangan lebih dari 32 ribu orang Israel. Demikian dilansir Islammemo.cc (19/7).

Seperti dikutip oleh surat kabar Haaretz Israel dari jurnal Marker, menyebutkan bahwa dokumen tersebut terdiri dari alamat-alamat email beserta passwordnya, perhitungan kredit lebih dari 140 yayasan dan lembaga Israel, dan password lebih dari 300 situs internet akademi Israel.

Pejabat Israel menjelaskan bahwa kejadian ini adalah akibat dari peristiwa Mavi Marmara yang berdampak kepada psikologis.

Selain itu dilansir juga bahwa pejabat Israel menyatakan ketakutan mereka akan serangan Turki terhadap situs internet Israel. [sdz/ismm)

Hizbut Tahrir Berulah Lagi, Menghina Muslim Yang Lainnya "Jawaban Atas Fitnah"

image Beberapa waktu lalu, saya diberikan link oleh beberapa teman. Link situs tersebut mengarah langsung di situs Hizbut Tahrir Indonesia. Karena ada beberapa kegiatan yang memang harus saya tunaikan dahulu, saya urungkan untuk menulis postingan ini. Dan alhamdulillah, Allah memberikan kelapangan waktu untuk membuat postingan menjawab syubhat saudara-saudara kita yang berada pada naungan prasangka-prasangka buruk di Hizbut Tahrir.

Dalam situs Hizbut Tahrir Indonesia, tertulis judul “HT Turki: Sungguh Tiba Saatnya Melepaskan Diri dari Penguasa Yang Hina!!” judul postingan tersebut terkait dari Copy paste HT Turki yang menfatwakan tentang “kehinaan” penguasa Turki. Hal ini terkait dengan kejadian 31 Mei 2010 yang terjadi pembajakan Israel terhadap kapal Mavi Marmara dan kapal bantuan yang lain.

Hizbut Tahrir entah mengapa memang selalu bersu’udzhan ria jika memberitakan terhadap orang Islam yang lain, yang tidak sependapat dengan pemikiran mereka. Menghina pemimpin Turki yang notabene dipilih umat Islam di Turki (mungkin tidak termasuk HT), slogan dan seruan profokatif dalam propaganda HT memang gencar sekali. Apalagi jika menyangkut ghibah, su’udzhan dan mencari-cari kesalahan pasti mereka dengan serta merta berpesta pora mengumbarkan hal-hal yang dilarang dalam Islam tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, mereka selalu bersembunyi dalam ketiak “Kami hanya mengingatkan”

Baca lebih lanjut

PKS, Antara Koalisi Dan Tantangan Besar

“Dipecundangi” PKS oleh rekan-rekan koalisinya seharusnya bisa menjadi pelajaran yang berharga. Karena tidak sekali atau dua-kali PKS sering mendapati “pengkhianatan” dari rekan koalisinya. Hal ini seharusnya PKS mampu untuk memetakan kembali tujuannya. PKS sebagai partai Islam terbesar saat ini, mempunyai banyak kemampuan untuk menjadi yang terbaik dimasa mendatang. Hal ini karena sudah sangat jelas sekali PKS mampu bertahan dan bahkan mampu menaikkan jumlah suaranya dari pemilu sebelumnya.

Kita semua tahu bagaimana kader-kader PKS yang selalu all out dalam melaksanakan tugas. Ini membuktikan bahwa kader PKS memang meyakini cita-cita besar yang ingin dicapai oleh partai Islam ini (PKS, red). Namun untuk mencapai cita-cita tersebut pastilah akan mendapatkan tantangan besar yang menjadi batu sandungan dalam keberhasilan. Pengkhianatan rekan koalisi sering menyakitkan kader PKS yang berada diwilayah grassroad bahkan tidak terpungkiri, pasti kalangan petinggi PKS juga akan merasa tersakiti atas pengkhianatan yang dilakukan oleh rekan koalisi.

Baca lebih lanjut

Terbongkar, Skenario Bunuh Erdogan

ANKARA – Nyawa Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan kembali terancam. Kemarin (9/3), lima orang ditangkap di Provinsi Adana yang berada di kawasan selatan Turki karena diduga kuat merencanakan pembunuhan terhadap tokoh 55 tahun tersebut. Salah seorang diantaranya perempuan.

"Informasi bahwa lima orang ditangkap itu memang benar," ujar Gubernur Adana Ilhan Atis kepada Agence France-Presse kemarin (9/3). Namun, dia tidak bersedia memberikan informasi lebih detail tentang penangkapan tersebut. Baik identitas mereka yang tertangkap maupun lokasi penangkapan. Dia hanya berjanji merilis pernyataan resmi sesegera mungkin. Baca lebih lanjut