Menengok Sejarah Parlemen Islam di Masa Sahabat

syuro Dunia Parlemen bukan hanya milik era pemerintahan modern. Pada masa-masa awal sejarah Islam, cikal-bakalnya telah diperkenalkan oleh para khalifah.

Ath-Thabari, Ibnu Jauzi, dan Ibnu Katsir menyebut Abu Bakar as-Shiddiq sebagai salah satu peletak dasar sistem perwakilan. Saat merasakan sakitnya semakin berat, Abu Bakar menanyai sejumlah sahabat Nabi mengenai kandidat yang layak menggantikannya. Hingga kemudian, muncul dua kandidat dan satu nama final, Umar bin Khattab.

Sejarah Islam menyebutkan, pemilihan Umar bin Khattab menjadi khalifah pengganti Abu Bakar adalah syuro para ahlul halli wal ‘aqdi. Istilah tersebut merujuk pada pihak-pihak yang bertindak sebagai penasihat dan konsultan dalam beragam urusan menyangkut kepentingan rakyat banyak, yang dalam kasus tersebut adalah para sahabat.

Baca Selengkapnya >>>

Menghisab Diri Sendiri

Oleh: Ustadz Makmum Nawawi

menghukum Bila perilaku Umar bin Khattab tampak keras dalam menyikapi orang lain, terhadap dirinya sendiri, ia justru lebih keras lagi. Posisinya sebagai Amirul Mukminin tidak menjadikan dirinya enggan diberi nasihat. Ia sering menangis karena takut kalau berbuat satu kesalahan atau menyimpang dari kebenaran.

Suatu hari saat berjalan di pasar Madinah, ia melihat Iyas bin Salamah menghalangi sebuah lorong sempit. Maka, Umar memukulnya dengan tongkat sambil berkata, "Menyingkirlah, hai putra Salamah!".

Baca Selengkapnya >>>

Memahami Refleksi Dan Resolusi Di Pergantian Tahun

Oleh: Dr A Ilyas Ismail

refleksi Menjelang pergantian tahun, banyak pihak melakukan refleksi, yakni renungan yang jujur dan mendalam mengenai diri kita sebagai umat maupun bangsa. Refleksi diperlukan untuk mengindentifikasi apa yang telah dilakukan, capaian (prestasi), dan tak kalah pentingnya adalah rapor merah, kegagalan atau hal-hal yang meleset dari sasarann (target).

Dalam bahasa agama, refleksi itu dinamakan muhasabbah, yaitu renungan yang berisi evaluasi diri dengan harapan agar kita lebih baik, bukan bertambah buruk, di masa depan. Umar bin Khattab berkata, "Buatlah perhitungan mengenai dirimu, sebelum kamu dihitung, dan timbanglah (amalmu) sebelum kamu ditimbang." (Sunan Tirmidzi dan Mushannaf ibn Abi Syaibah).

Baca Selengkapnya >>>

Inilah Sang Panglima Pembebas Persia

Oleh: Prof Dr Yunahar Ilyas

panglima persia Hari Itu Madinah semakin ramai, para pejuang dari berbagai wilayah islam sudah berkumpul di kota nabi SAW, jumlahnya mencapai 36 ribu prajurit. Angka yang besar pada waktu itu (Panglima Pembebasan Persia). Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA sangat gembira, seruannya dipenuhi para pejuang. Umar segera berunding dengan beberapa sahabat senior, memilih siapa yang paling tepat diberi amanah memimpin pasukan yang besar itu. Pilihan jatuh pada Sa’ad bin Abi Waqqas RA, seorang sahabat yang mula-mula masuk Islam.

Tiga malam sebelum masuk Islam, Sa’ad bermimpi seolah-olah dia tenggelam dalam kegelapan malam. "Tiba-tiba di puncak kegelapan itu, aku melihat bulan purnama memancarkan sinarnya. Bulan itu kuikuti. Aku melihat tiga orang telah lebih dahulu berada di hadapanku. Mereka adalah Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib, dan Abu Bakar ash-Shiddiq. Aku bertanya kepada mereka, "Sejak kapan Anda berada di sini?" Mereka menjawab, "Belum lama." Ketiga orang itulah yang pertama masuk Islam di kalangan laki-laki. (panglima pembebas persia)

Baca Selengkapnya >>>