PKS Menjadi Guru Strategi Dakwah Muslim Thailand

imageTerletak di sebuah asrama di dekat Universitas Ramkhamhaeng, Bangkok, Ahad (3/7), tidak sedikit 20 Muslim Thailand dengan cara saksama memperhatikan paparan dari tim Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berbagi ilmu terkait metode berdakwah. Mereka dimotivasi buat menebarkan ajaran Islam yang sarat toleransi.

“Ajaran mengenai toleransi agama amat penting,’’ kata Ketua Badan Pengembangan Kepemimpinan Dewan Pengurus Pusat PKS, Dwi Triyono, kepada mereka. Umat Islam wajib menghindari serta tak boleh jadi penyebab konflik agama maupun ras. Konflik, ucap ia, dapat dihindari beserta memahami Islam sepatutnya agama bagi seluruh alam.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Cara Melaporkan Blog Yang Menghina Umat Islam

Beberapa hari ini, saya melihat blog yang menghina umat Islam mendapatkan ranking tertinggi di WordPress.com. Tak tanggung-tanggung, blog ini masuk dari jajaran 5 besar blog yang paling SEUUWERRIIINNG dikunjungi.

Masuknya blog tersebut dalam 5 besar blog yang paling sering dikunjungi diwordpress.com adalah tak ubahnya kita sendiri yang sering mengklik (mengunjungi) blog tersebut. Sehingga akhirnya blog tersebut terdongkrak naik terus menerus. Jadi sebenarnya kita ini ikut andil dalam "mempromosikan” blog-blog yang melecehkan Islam.

Blog-blog penghina Islam dan umatnya ini sebenarnya sangat banyak sekali. Dan lebih seringnya blog-blog yang seperti ini mendapatkan ranking tinggi. Karena seringnya dikunjungi.

Baca lebih lanjut

Mengebiri Tokoh Ulama Nasionall

Dari iklan PKS tentang Sumpah Pemuda, yang menampilkan Kh. Ahmad Dahlan, Kh. Hasyim Asy’ari, Ir. Soekarno, Moehammad Natsir. Harus dituntut oleh PBNU dan Ortom Muhammadiyah. Sungguh memilukan, tokoh-tokoh ormas Islam terbesar tersebut lebih terasa ingin menjadikan tokoh-tokoh nasional itu adalah milik mereka sendiri. Dan lebih terasa aroma ketaklidan kepada ulama serta ashabiah dalam golongan. Ketika seorang tokoh sudah diklaim sebagai milik Nasional, maka semua boleh mengaguminya.

Lalu apakah dengan menampilkan sosok tokoh nasional tersebut PKS hanya menjadikan tokoh nasional tersebut sebagai komoditas politik? Pertanyaan yang aneh! Bagaimana tidak, sudah seharusnya dan kewajiban kita semua termasuk partai-partai di Indonesia ini untuk menampilkan sosok-sosok pahlawan nasional. Sosok yang dapat menjadi tauladan dan panutan semua rakyat.

Saya jadi ingat ketika kuliah, dari ribuan Mahasiswa baru yang mengikuti mentoring. Hanya 10% saja yang tahu siapa itu Kh. Ahmad Dahlan dan Kh. Hasyim Asy’ari. Inilah bukti nyata bahwa tokoh nasional tersebut tidak setenar Imam Bonjol, Sultan Agung, Cut Nyak Din, dll. Tetapi ketika ada yang mempelopori untuk memperkenalkannya dengan slogan-slogan yang mengagumkan. Ternyata malah diprotes oleh orang-orang yang “merasa” berhak memiliki.

Baca lebih lanjut