Kumpulan Foto, Lucu Polisi Menyita Kamera Jurnalis TVONE

kekerasan pada wartawan Tak kunjung selesai, aparat kepolisian sepertinya tidak pernah belajar dalam berbagai penangan aksi demonstrasi. Penanggulangan anarkis para demonstran ditanggapi dengan tindakan yang lebih “anarkis” pula oleh kepolisian. Jika demonstran hanya memakai kayu dan toa (pengeras suara) serta batu, beda dengan polisi yang telah siap mempersiapkan segala macam senjatanya. Mulai dari mobil lapis baja, kayu pemukul, tameng huru-hara, senapan dan tak lupa juga dengan sikap beringasnya.

 

Baca Selengkapnya >>>

Kronologi Bentrokan Wartawan Dengan Siswa SMA 6

wartawan vs siswa sma 6Suaranews – Bentrokan yang berlangsung antara wartawan beserta pelajar SMA 6 menyebabkan korban cedera dari masing-masing pihak. Kedua pihak menyatakan bentrokan dimulai oleh pihak lawannya.

Berikut kronologi bentrokan versi wartawan yang disampaikan Ketua Pewarta Foto Indonesia-Jakarta (PFI), Jerry Adiguna di antara jumpa pers di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (20/9/2011):

Senin (19/9), pukul 09.30 WIB
Puluhan wartawan yang tergabung di antara Poros Wartawan Jakarta (PWJ) mengadakan aksi solidaritas di depan SMU 6 terkait penganiayaan serta perampasan rekaman punya wartawan Trans7, Oktoviardi.

Pukul 10.00 WIB
Sikap solidaritas dimulai dengan orasi oleh Ketua PWJ Widi Wahyu Widodo serta Ketua PFI, Jerry dan beberapa wartawan Polhukam.

Baca Selengkapnya >>>

Media Massa Tertipu Pejuang Kemerdekaan Palsu

ilyas karimBeberapa masyarakat khususnya media massa terkecoh beserta pernyataan Ilyas Karim yang menyatakan seakan-akan pengibar bendera pusaka pertama. Padahal, pria bercelana pendek dalam foto pengibaran itu dikenal bernama Suhud, bukan Ilyas Karim.

Menanggapi kekeliruan ini, sejarawan Asvi Marwan Adam memohon terhadap media massa supaya lebih teliti lagi kedepannya dalam mengabarkan sejarah. Lantaran, kesalahan dalam menampilkan informasi dirasa Asvi bakal membelokkan sejarah.

“Yang salah itu yaitu wartawan yang pertama kali menyebarluaskan sebenarnya Ilyas Karim merupakan pengibar bendera pusaka pertama. Mestinya, wartawan itu kroscek lagi kepada beberapa narasumber maupun sejarawan demi mencari tahu kebenarannya,” ucap Asvi sesaat berbincang, Kamis (25/8/2011).

Asvi menyatakan telah meragukan testimoni Ilyas Karim ketika berdialog di salah satu stasiun televisi pada tahun lalu. Berdasarkan ia, pernyataan Ilyas sangat banyak yang bertentangan dengan sejarah. Baik saat perjalanan ke Rengasdengklok maupun juga ketika prosesi pengibaran bendera pusaka merah putih pertama kali.

Baca Selengkapnya >>>

Habieb Rizieq Shihab Tidak Mendukung Negara Islam

Ketua Umum Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab mengemukakan tak harus terdapat usaha mendirikan negara Islam sesuai formal di Indonesia.

Berbicara diantara forum diskusi tokoh agama Islam bersama wartawan AS di kantor International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta, Rabu, Rizieq menganggap secara substansial Indonesia sebenarnya telah tergolong sebagai “Negara Islam”.

Peraturan Islam telah banyak dimasukkan dalam peraturan di pemerintahan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan mengenai tersebut menanggapi pertanyaan asal wartawan Amerika Serikat mengenai maraknya gerakan Negara Islam Indonesia belakangan ini.

Baca Selengkapnya >>>

Akhirnya Luna Maya Memenangkan “Pertempurannya” Dengan Infotainment

Berita yang sedang Hot… Hotnya antara kasus Luna Maya dengan “wartawan” Infotainment akhirnya menjadi polemik juga diantara para ulama! Karena akhirnya akan memunculkan fatwa haram MUI tentang Infotainment. Dan juga, dikalangan wartawan sebenarnya secara tidak langsung “wartawan” media Infotainment tidak pernah bahkan tidak diakui sebagai wartawan oleh banyak kalangan wartawan. Bukan karena apa-apa sih, hanya memang wartawan yang beneran tidak mau imagenya menjadi jelek dikarenakan ulah para “wartawan” media infotainment yang sukanya bergosip ria. Sudah sangat jelas sekali, bahwa berghibah (gosip) itu seburuk-buruk manusia. Karena dalam Islam bergosip itu sama halnya dengan memakan bangkai saudara sendiri (emang Sumanto apa? :D). Tapi yah kalau bisa (Luna Maya) tidak perlu menghujat, mencaci, memaki, mencela, dan Me..Me…Me… lainnya. Harus sabar……. 🙂

Jakarta – Fatwa haram terhadap tayangan infotainment yang dikeluarkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun bedanya MUI belum berani keluarkan fatwa.

Baca lebih lanjut

Iklan PKS yang “Berhasil”

Beberapa waktu saya sedang konkow-konkow dengan para kuli tinta. Sudah kebiasaan, sejak jadi wartawan dulu kebiasaan itu masih melekat. Walaupun sekarang sudah menjadi “orang biasa” yang “biasa” juga menulis. Beberapa kali teman-teman media melontarkan beberapa topik yang segar dan “mungkin” juga masih segar. Saat enak-enaknya minum susu kopi (Susu kopi apa kopi susu yah? Ah, yang terpenting sama nikmatnya), seseorang nyeletuk “Lagi-lagi PKS berhasil. Mulai dari dulu PKS memberikan sensasi di media yang membuat “gerah” dan mendapatkan sambutan pula”. Ada beberapa yang tersenyum, ada juga yang tidak menunjukkan ekspresi sama sekali.

Tak lama ada sambutan jawaban dari yang lain. “Iya, saya juga salut sama tim media PKS yang bisa begitu eye catching dalam mengemas sesuatu. Ini jangan-jangan tim media PKS memang orang media “beneran”” tak lama sambutan jawaban dari wartawan lain juga datang “Iya, tapi tuh iklannya ada iklannya Soeharto. Apa nggak munafiq tuh PKS, dulu aktivisnya menurunkan. Sekarang jadi Guru Bangsa atau Pahlawannya”. Jawab dari yang nyeletuk pun terlontar “Ah, biasa aja tuh. Yang terpenting bagi kita untuk dicermati adalah, bagaimana mereka mengemas tema-tema yang bisa mengena. Herannya, ini partai kecil kok yah punya ide-idenya cemerlang. Bisa bikin pada “bangun” semua. Yah contohnya aja, Tifatul Sembiring melontarkan wacana pemimpin muda. Tuh partai-partai sudah kebakaran jenggot. Dan iklan yang ini juga, banyak yang kebakaran jenggot juga. Meski nggak punya jenggot kayak Tifatul Sembiring, juga kebakaran jenggot” Hehehee, banyak yang pada ketawa. Baca lebih lanjut