Injil Kuno Mengungkap Kebenaran Islam

Injil Kuno Berita tentang Injil kuno yang mengungkap tentang Nabi Muhammad yang diutus untuk menjadi Nabi ternyata sudah sangat lama diberitakan oleh seorang Yesus di Bibel / Injil kuno.

Injil kuno yang berumur 1.500 tahun ini telah mengungkap tentang hal tersebut. Saat ini Injil kuno tersebut sudah tersimpan selama 12 tahun didalam sebuah brankas barang bukti di pengadilan Turki.

Menteri Budaya dan Wisata Turki Ertugrul Gunay menerangkan, bahwa saat ini pihak Vatikan sangat ingin sekali melihat Injil kuno tersebut, bahkan Paus Benediktus XVI juga sangat berharap bisa melihatnya langsung.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Nabi Muhammad Diakui Oleh Yesus di Bibel Kuno

Injil Kuno Berita tentang Injil kuno yang mengungkap tentang Nabi Muhammad yang diutus untuk menjadi Nabi ternyata sudah sangat lama diberitakan oleh seorang Yesus di Bibel / Injil kuno.

Injil kuno yang berumur 1.500 tahun ini telah mengungkap tentang hal tersebut. Saat ini Injil kuno tersebut sudah tersimpan selama 12 tahun didalam sebuah brankas barang bukti di pengadilan Turki.

Menteri Budaya dan Wisata Turki Ertugrul Gunay menerangkan, bahwa saat ini pihak Vatikan sangat ingin sekali melihat Injil kuno tersebut, bahkan Paus Benediktus XVI juga sangat berharap bisa melihatnya langsung.

Baca Selengkapnya >>>

Dari Pengikut Yesus Menjadi Pengikut Muhammad Yang Setia

image TEXAS–Allah telah berjanji bahwa Dia akan memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan, bila hidayah itu akan diberikan, tak ada yang sanggup mencegahnya. Hidayah bisa diberikan kepada siapa saja, baik pejabat, pengusaha, petani, nelayan, maupun lainnya.

Dalam Alquran dijelaskan bahwa sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah adalah agama Islam (QS Ali Imran [3]: 19). Islam itu agama yang agung dan tinggi. Tidak ada yang melebihi keagungan agama Islam.

Islam tidak memaksakan seseorang untuk memilihnya. Islam mengajarkan umat manusia untuk berpikir tentang kebenaran dan hakikat penciptaan alam semesta. Karena itu, Pencipta alam semesta itulah yang layak untuk disembah. "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat." (QS Al-Baqarah [2]: 256).

Baca lebih lanjut

Kontroversi Pak Tifatul “Kebenaran Yang Pahit Dan Takut Didengar”

Beberapa waktu, saya melihat headlines besar di situs kompas, tentang kontroversi Menteri Komunikasi kita (Tifatul Sembiring) yang mengatakan pada intinya:

“soal mirip ini pun pernah terjadi dalam sejarah. Umat Islam, katanya, meyakini bahwa orang yang disalib di Bukit Golgota bukan Nabi Isa, melainkan seseorang yang mirip dengannya. Sementara itu, umat Kristiani, lanjutnya, meyakini bahwa yang disalib adalah Yesus. Soal mirip ini, sambung Tifatul, ternyata berimplikasi panjang dalam sejarah.”

Dengan dibumbu-bumbui pernyataan “penulis” berita di kompas, seakan-akan Menteri Komunikasi kita ini menjelekkan agama tertentu. Tanpa klarifikasi yang jelas, beberapa tokoh liberal mulai angkat bicara tanpa mau mengklarifikasinya dengan pernyataan yang dikeluarkan Menteri Komunikasi.

Baca lebih lanjut

YESUS BERPOLIGAMI

Dalam antropologi sosial, Poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu istri atau suami. Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu : Poligini ( Seorang pria memiliki beberapa orang istri); Poliandri ( Seorang wanita memiliki beberapa orang suami ) dan Group Marriage atau Group Family ( yaitu gabungan dari poligini dengan poliandri, misalnya dalam satu rumah ada lima laki-laki dan lima wanita, kemudian bercampur secara bergantian ).

etiga bentuk poligami itu ditemukan dalam sejarah manusia, namun poligini merupakan bentuk paling umum. Poligami ( dalam makna Poligini ) bukan semata-mata produk syariat Islam. Jauh sebelum Islam datang, peradaban manusia di berbagai belahan dunia sudah mengenal poligami.

Nabi Ibrahim as beristri Sarah dan Hajar, Nabi Ya’qub as beristri : Rahel, Lea, dan menggauli dua budak/hamba sahayanya : Zilfa dan Bilha. Dalam perjanjian lama Yahudi Nabi Daud as disebut-sebut beristri 300 orang.

Dalam sejarah, raja-raja Hindu juga melakukan poligami dengan seorang permaisuri dan banyak selir. Dalam dunia gereja juga dikenal praktik poligami, Dewan tertinggi Gereja Inggris sampai abad sebelas membolehkan poligami.

Dalam Katholik sejak masa kepemimpinan Paus Leo XIII pada tahun 1866 poligami mulai dilarang. Dalam The Book of Mormon, Triatmojo, menjelaskan bahwa Penganut Mormonisme sebuah aliran Kristen, pimpinan Joseph Smith sejak tahun 1840 hingga sekarang mempraktikan bahkan menganjurkan poligami.

Bangsa Arab sebelum Islam datang sudah biasa berpoligami , ketika Islam datang, Islam membatasi jumlah istri yang boleh dinikahi. Islam memberi arahan untuk berpoligami yang berkeadilan dan sejahtera. Dalam Islam Poligami bukan wajib, tapi mubah, berdasar antara lain QS An-Nisa : 3 .

Muhammad Abduh (1849-1905 ) adalah satu dari sedikit ulama yang mengharamkan poligami, dengan alasan bahwa syarat yang diminta adalah berbuat adil, dan itu tidak mungkin bisa dipenuhi manusia seperti dinyatakan dalam QS An-Nisa : 129 ( Tafsier Al-Manar, Dar Al-Fikr, tt, IV: 347-350 ) Abduh yang mantan Syeikh Al-Azhar ini menjelaskan tiga alasan haramnya poligami : Pertama, Syarat poligami adalah berbuat adil, syarat ini mustahil bisa dipenuhi seperti dikatakan dalam QS An-Nisa : 129. Kedua, buruknya perlakuan para suami yang berpoligami terhadap para istrinya, karena mereka tidak dapat melaksanakan kewajiban memberi nafkah lahir dan batin secara baik dan adil. Ketiga, dampak psikologis anak-anak hasil poligami, mereka tumbuh dalam kebencian dan pertengkaran karena ibu mereka bertengkar baik dengan suami atau dengan istrinya yang lain. ( Al-’Amal Al-Kamilah lil-imam Al-Syeikh Muhammad Abduh, Cairo, Dar Al-Syuruk, 1933 , II: 88-93 ) .
Baca lebih lanjut