Geram Banyak Kutu Loncat, PAN Ingin Revisi UU

imagePeristiwa perpindahan kader partai yang sedang menjabat kepala daerah maupun bakal jadi calon kepala daerah ke partai politik lainnya, lantas merupakan diskusi hangat. Partai-partai yang kadernya berpindah ke partai lain juga mulai gerah serta mengecam.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan malahan mengeluarkan istilah baru untuk Dede Yusuf yang meloncat ke Partai Demokrat. Dede, yang sekarang ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat tak diibaratkan lagi seolah-olah politikus ‘kutu loncat’. Namun telah dinyatakan layaknya Malin Kundang, yang durhaka kepada ibu kandungnya yang sudah melahirkan serta membesarkannya.

Diantara pernyataan terbarunya, Taufik menegaskan, supaya fenomena Dede Yusuf  supaya tak terulang kembali maka harus terdapat aturan mengenai fatsoen serta etika politik diantara revisi UU Pemilu Legislatif serta UU Nomor 32 Tahun 2004 yang semasa ini mengatur pemilihan kepala daerah (pilkada).

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Kemenangan ini Atas pertolongan Allah

Sejenak peserta Syuro’ di DPD PKS Sidoarjo bertakbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Setelah salah satu ikhwa memberitahukan pasangan HADE atas hasil Quick count telah dimenangkan oleh pasangan PKS dan PAN. “Ini sudah direncanakan oleh Allah, dan kemanangan ini adalah atas pertolongan Allah” Ucap ketua DPD PKS Sidoarjo. Tidak sedikit peserta syuro’ yang begitu gembiranya dengan mata yang berkaca-kaca. Meskipun kami jauh, meskipun kami tidak saling mengenal. Tapi kami tahu bahwa mereka adalah saudara kami, mereka adalah umat Islam yang sama-sama memperjuangkan bendera Al Haq.

Sebenarnya kita tidak membicarakan masalah kalah dan menang. Tetapi kita membicarakan konsep Al Haq. Dan bagaimana mengelola negara atas apa yang Islam kehendaki! Kita tidak hanya membatasi berbicara masalah Islam hanya pada perkumpulan kita saja. Tetapi kita berbicara atas Islam dari segala macam unsur yang terkait didalamnya. Biarkan masyarakat yang menilai, bagaimana seorang yang sudah bertarbiyah dalam Al Islam. Menjadi rijal-rijal yang memang telah dipersiapkan oleh Allah. Menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah, yang berdedikasi dalam mengemban amanah yang Adil dan dapat mensejahterakan umat. Kita tidak lagi berbicara konsep hanya pada slogan-slogan kita! Tetapi kita berbicara konsep dalam Islam sesuai dengan aplikasi yang nyata! Kita tidak hanya mengobral janji, tapi kita memberikan makna yang kuat atas apa yang dinamakan prinsip keadilan yang mensejahterakan!
Baca lebih lanjut