|HOT| Video George Aditjondro Penulis Buku Membongkar Gurita Cikeas Memukul Ramadhan Pohan

Penulis Buku Membongkar Gurita Cikeas, Geore Aditjondro. Memukul anggota DPR RI Ramadhan Pohan dari Fraksi Demokrat.
Semula saya simpatik dengan buku Membongkar Gurita Cikeas, tetapi akhirnya saya menepuk sambil mengelus dada. Bagaimana bisa seorang penulis tetapi dia suka “bermain tangan” kepada orang lain?
Terlepas dari apapun yang mereka perbincangkan, cara yang dilakukan oleh George Aditjondro dilihat dari sudut pandang apapun jelas sangat tidak mencirikan beliau sebagai intelektual.
Semoga kasus seperti ini tidak terjadi lagi di Indonesia.
Silahkan dilihat Videonya: Baca lebih lanjut

Foto Anak Yang Berbakti, Tidur dilantai Menunggui Ibu Yang Sedang Facebook-an!

Ini adalah kejadian yang nyata, bahwa Internet (Facebook) telah membuat seorang ibu tega “menelantarkan” anaknya. Foto ini diambil oleh seseorang yang merasa iba oleh seorang anak yang sedang menunggui ibunya Chatting di Facebook. Semoga kejadian ini tidak menimpa ibu-ibu yang lainnya.

Silahkan dilihat foto-fotonya:

Baca lebih lanjut

Inilah Alasan Kenapa Kita Masih “Bangga” Dengan Indonesia!

Trans Studio Makassar Theme Park
Masih Simpang Siur, Ada Yang Mengatakan Theme Park Yang Terletak Di Makasar Sulawesi, Ini Akan Menjadi Theme Park Indoor Terbesar Di Dunia. Padahal Di Amerika Serikat Ada Theme Park Indoor Paling Besar Yang Luas Nya Seperti Sebuah Kota Kecil. Yang Pasti Ini Akan Menjadi Yang Terbesar Di Asia. Separuh Pembangunan Telah Selesai 2009 Ini, Dan Masih Berlanjut Hingga 2010. Konsep Theme Park Ini Seperti Universal Studio Yang Benar2 Terdesign baik, Tidak Seperti Dufan Yang Asal Caplok.

Baca lebih lanjut

Tentang ‘Gurita Cikeas’ Apakah Ketua MPR Juga Menjadi “kaki” Gurita?

Buku ‘Membongkar Gurita Cikeas‘ besutan George Junus Aditjondro menuai kritik dari mantan Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut Ketua MPR pemerintah jangan diam saja.

Apakah didiamkan saja buku itu? "Ngga juga. Kalau mau melarang, pemerintah punya instrumen," kata Taufiq Kiemas di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin 28 Desember 2009.

Pernyataan Taufiq memberi sinyal bahwa pemerintah tidak perlu diam saja untuk merespons buku yang akan diluncurkan pada Rabu 30 Desember mendatang itu. Meski demikian, Taufiq membandingkan saat dulu namanya ditulis, dia tidak merespons. "Saya diam saja," kata dia.

Baca lebih lanjut

Orang Kaya Juga Bisa Jadi Teroris loh! Ini Buktinya:

Pengebom gagal di pesawat Northwest Airlines, Amerika Serikat, Jumat pekan lalu ternyata berasal dari keluarga berkecukupan dan memiliki latar belakang pendidikan elit. Demikian ungkap sejumlah sumber di Nigeria, tempat si pengebom itu berasal

Umar Farouk Abdulmutallab, demikian nama pria 23 tahun itu, merupakan putra dari seorang bankir di Nigeria. Saat kecil, dia menempuh pendidikan di British International School, yang merupakan sekolah elit di Afrika Barat. Umar bahkan melanjutkan pendidikan di Inggris, tepatnya di University College London.

Namun, dia juga mendalami suatu ajaran beraliran ekstrem. Menurut keterangan para pejabat Nigeria, ayah Umar memperingatkan aparat keamanan Amerika Serikat (AS) bahwa putranya itu pengikut aliran radikal.

Baca lebih lanjut

Seorang Ibu Ngamuk, Bakar Mobil Polisi Di Mabes Polri

Kejadian tak diduga terjadi di markas Polri. Seorang ibu membakar sebuah mobil sedan polisi di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin 28 Desember 2009.

Bagian belakang mobil berplat nomo 30-00 yang diparkir di depan Rupatama Polri tiba-tiba mengeluarkan api.

Kondisi mobil yang terbakar itu sontak membuat panik. Polisi berlarian ke arah mobil, mencoba memadamkan api dengan tabung pemadam api. Demikian pula wartawan, yang mendekat ke arah kejadian. Mencari tahu apa yang terjadi.

Baca lebih lanjut

Tolong Buktikan Dalil Qath’i Tentang Haramnya Demokrasi!

Selama ini saya banyak sekali mendapatkan masukan saudara-saudara saya dari organisasi Islam yang menyatakan bahwa Demokrasi itu kufur dan haram hukumnya. Namun setiap kali saya meminta bukti dalil qath’i (pasti) tentang haramnya demokrasi, mereka hanya membawa dalil-dalil ijtihad dari beberapa ulama.

Ingatkah ketika seorang Kh. Ahmad Dahlan harus dicap murtad, kufur, munafiq, dll. Hanya karena sistem pendidikannya mengacu dengan tata-cara Belanda? Ingatkan ketika beliau (Kh. Ahmad Dahlan) akan dibakar surau-nya oleh beberapa umat Islam dan kyai-kyai, hanya karena ingin merubah Surau kearah Kiblat yang benar? Ingatkah ketika beliau (Kh. Ahmad Dahlan) mengenakan busana ala Belanda dan dicap sebagai orang kufur atas ketasyabuhannya?

Haram dan Halal semuanya itu sudah ditetapkan oleh Allah. Jangan menetapkan sebuah keharaman dari Islam tanpa ada dalil yang qath’i kecuali itu adalah sebuah ijtihad pribadi (madzab).