Ekstrimis Yahudi Membakar Masjid Umat Islam Palestina

masjid di palestinaPara pengacau ekstrimis Yahudi membakar masjid kembali, serangan ini terjadi bersamaan dengan para pasukan Israel menghancurkan sebuah pemukiman Ilegal di Tepi Barat bagian utara.

Ini merupakan kedua kalinya kelompok ekstrimis yahudi menyerang dan mencoba membakar masjid dan meninggalkan sebuah pesan berbahasa Ibrani dilokasi masjid.

Serangan ini memicu kemarahan warga Palestina, dan menuduh para pejabat Israel memberikan perlindungan bagi kaum ekstrimis yahudi.

"Penyerangan masjid ini adalah sebuah tantangan perang yang dilakukan oleh ekstrimis pemukim yahudi terhadap warga Palestina," ucap juru bicara Nabil Abu Rudeina kepada AFP.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Tidak Ada Perintah Dalam Islam Untuk Mendirikan Negara

Imam besar istiqlal Imam Besar KH Mohammad Ali Mustofa Yaqub berpendapat diantara Al Quran serta Hadist tak terdapat perintah mendirikan negara Islam. Yang diperintahkan malahan bukan pendirian negara Islam.

“Cuma, mengerjakan syariat Islam,” ucap KH Mohammad Ali Mustofa Yakub diantara perbincangan.

Berdasarkan guru besar Hadist Institut Ilmu-Ilmu al Qur’an (IIQ) Jakarta ini, tak pernah ada perintah eksplisit buat pembentukan negara Islam. Maka itu, alumnus Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri Jawa Timur, ini mengimbau terhadap pihak tertentu supaya meluruskan penafsiran Negara Islam Indonesia.

Baca Selengkapnya >>>

Tembok Ratapan, Tipuan Yahudi Untuk Yahudi

image YERUSALEM – Seorang dosen dari universitas Palestina menjadi akademisi yang sekali lagi membahas  sejarah dan menyatakan bahwa sejarah Yahudi di Yerusalem, yang oleh para Yahudi sebagai ibu kota mereka selama 1.600 tahun sebelum Nabi Muhammad menyampaikan agama Islam. Dosen tersebut menyangkal bahwa adanya hubungan orang-orang Yahudi dengan Tembok Ratapan dari Kuil Yahudi.

Shamekh Alawneh, seorang dosen sejarah modern di Universitas Terbuka Al-Quds, berkata bahwa Yahudi menciptakan hubungan dengan tembok tersebut untuk tujuan Politik, untuk meyakinkan Yahudi Eropa dan Zionis untuk datang ke Palestina.

Alawneh berkata, “Tujuan dari Yahudi untuk memberi nama tembok tersebut sebagai “Tembok Ratapan” kepada tembok ini merupakan sesuatu yang politis. Para Yahudi tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menciptakan sebuah alasan mengenai Yerusalem untuk menyebarkan diantara para Zionis atau Yahudi Eropa untuk berhubungan dengan sesuatu yang konkret dari masa lalu Yerusalam. Mereka membuat klaim palsu dan menyebut ‘Tembok Buraq’ sebagai ‘Tembok Ratapan’.

Baca lebih lanjut

Waspadalah! Tanggal 29-30 Maret, Zionis Yahudi Akan Menyerbu Umat Islam

image Al-Quds – Sejumlah kelompok radikal Zionis bertekad akan menyerang kembali Al-Aqsha pada pertengan pekan depan, menyusul peringatan hari besar Paskah Yahudi yang jatuh pada 29 dan 30 Maret depan.

Rencana ini mereka rancang setelah meresmikan Sinagog Al-Kharaab di samping persis Al-Aqsha yang tahun sebelumnya mereka berusaha untuk mendirikan sinagog tersebut, namun dapat digagalkan warga Palestina.

Sementara itu, wakil ketua gerakan Islam di Palestina jajahan 48, Syaikh Kamal Khotib, Senin (22/3) mengatakan, kelompok yahudi radikal mengajak yahudi lainya untuk menyerang Al-Aqsha, sehari setelah pendirian sinagog Al-Kharrab. Mereka telah meminta pihak kepolisian agar mengizinkan kelompok radikal melakukan acara pengorbanan di samping Al-Aqsha pada 29-30 Maret mendatang.

Baca lebih lanjut

Akibat “Ditampar Pipi Kanan Dan Menyarahkan Pipi Kiri”-Umat Kristen Biasa Diludahi Yahudi Israel

Beberapa pekan lalu seorang rohaniwan Katolik Ortodoks Yunani mendatangi sebuah pertemuan di gedung pemerintah di Givat Shaul, Yerusalem. Ketika ia kembali ke mobilnya, seorang laki-laki tua yang mengenakan topi kippah di kepalanya menghampiri, dan mengetuk kaca jendela. Ketika rohaniwan itu menurunkan kaca jendelanya, pejalan kaki tersebut meludahinya.

Si rohaniwan memilih untuk tidak melaporkan ke polisi, dan mengatakan kepada temannya bahwa ia sering diludahi oleh orang-orang Yahudi.

Banyak rohaniwan di Yerusalem menjadi korban tindakan semacam itu. Biasanya mereka membiarkannya, tapi kadang mereka tidak bisa membiarkannya begitu saja. Baca lebih lanjut

Sejarawan Yahudi: Tidak Ada Namanya “Bangsa Yahudi” dalam Sejarah

Sejarawan Yahudi, Shalomo Sand, dosen di University of Tel Aviv, menampik adanya jejak keberadaan apa yang disebut "Bangsa Yahudi" dalam sejarah. Dia menegaskan bahwa "Israel" terlahir atas perampasan tanah warga asli tahun 1948.

Hal tersebut dinyatakan Sand pada seminar yang diselenggarakan Selasa malam di Brussel, seperti dikutip kantor berita Franz Pers. Sand mengatakan kemungkinan bahwa orang-orang Hamas adalah keturunan Daud, jauh lebih mungkin daripada kemungkinan saya adalah anak cucunya. Dia menilai bahwa"bangsa Yahudi datang dari Alkitab; artinya itu adalah suatu hayalan yang diciptaan secara fantastis.

Dia menegaskan dirinya tidak dapat menemukan di perpustakaan kampus, yang berisi ribuan buku, satu buku pun tentang sejarah yang berbicara tentang sejarah Yahudi, atau apa yang disebut tawanan Yahudi dari Palestina.

Baca lebih lanjut

Cara Yahudi Hindari Flu Babi


Orang Yahudi sepertinya agak sulit menerima kenyataan bahwa mereka tetap terinfeksi virus flu babi meskipun sudah menghindari babi, sesuai larangan agamanya. Berbagai upaya dilakukan agar terhindar dari virus itu, mulai dari yang rasional hingga yang tidak masuk akal.

Jangan mencium tangan rabi atau gulungan Taurat, demikian pesan penguasa Israel kepada umat Yahudi guna meredam penyebaran flu babi di negara itu.

Dalam pesan yang dikirim ke sinagog-sinagog menjelang perayaan tahun baru Yahudi, kementerian kesehatan mengatakan bahwa jabat tangan boleh saja tetapi setelah itu harus cuci tangan. Baca lebih lanjut