Pria 6 Tahun Kerasukan Jin Wanita Kerajaan Arab, Istrinya Tetap Setia

image Jakarta- Seorang pria dalam keadaan semi-koma sudah enam tahun dirantai di basemen apartemen di Arab Saudi karena dituduh kerasukan jin perempuan.

"Saat dia kesurupan, semua tubuhnya bergetar-getar dan matanya putih semua," kata ayah pria berumur 29 tahun itu. "Lalu ada suara perempuan keluar," kata ayah pria itu.

Turki, nama pria itu, awalnya dibawa ke seorang ulama. "Kebanyakan takut saat mendengar suara perempuan yang mengaku sebagai jin kerajaan dan mengatakan tidak ada yang bisa mengusirnya hingga Turki meninggal," kata ayah Turki seperti dimuat harian berbahasa Inggris terbitan Saudi, Arab News.

Baca lebih lanjut

Mossad: Jangan Sampai Arab Mengikuti Demokrasi, Biarkan Mereka Menjadi Negara Monarki Absolut

Shalih Na’ami

Elit-elit badan intelijen Israel menilai, ada kaitan erat antara hegemoni rezim diktator Arab dengan kesiapan warga Arab menjadi agen dan bekerja untuk kepentingan negara Zionis. Ravi Eitan, pernah menjabat komandan satuan rekrutmen agen Mossal “Qisari” menegaskan di salah satu TV Israel bahwa adalah rezim absolute di dunia Arab memudahkan Mossad merekrut agen dari warga Arab. Eitan menafsirkan, rezim otoriter dan represif Arab akan membunuh perasaan afiliasi dan keberpihakan warga Arab (kepada bangsanya). Kondisi ini memudahkan rekrutmen warga Arab menjadi agen Israel. Eitan menegaskan, rezim-rezim otoriter di dunia Arab dalam hal ini membantu menciptakan lingkungan sosial, politik, ekonomi yang mendorong warganya untuk menyetujui sebagai mata-mata Israel beroperasi di negerinya sendiri.

Demokrasi yang menakuti Israel Baca lebih lanjut

Ketika Las Vegasnya Arab Saudi Jengah Dengan Kemaksiatan

Bahrain ibarat madu bagi kumbang-kumbang Saudi yang liar. Di Las Vegasnya Arab itu, mereka bisa memuaskan semua hasrat liarnya. Namun, pemerintah dan parlemen Bahrain rupanya risih wilayahnya jadi ’’kiblat dosa’’.

SURGA dunia di negeri pulau yang luasnya hanya 665 kilometer persegi -nyaris setara dengan DKI Jakarta– itu begitu mudah diakses. Hanya butuh sekitar setengah jam perjalanan darat melewati Jalan Lintas Raja Fahd dari Arab Saudi. Dari Qatar pun tinggal menyeberangi Teluk Persia saja.

Setiap akhir pekan, warga Saudi dan sekitarnya membanjiri negara kecil tersebut untuk memenuhi sejumlah bar dan hotel di Manama. Mereka menenggak minuman beralkohol dan mejeng di jalanan ibukota Bahrain, hingga menjadi pelanggan tetap pusat-pusat pemuas syahwat. Mereka memburu kepuasan yang tak difasilitasi di negeri asal mereka yang ultrakonservatif. Baca lebih lanjut

Kritik Kebijakan Pemerintah, Tokoh Oposisi Saudi Arabia Ditangkap

Tokoh oposisi Saudi, Syeikh Namr Baqir an-Namr ditangkap setelah melontarkan kritikan tajam kepada pemerintahan

Subuh hari Senin (16/3) kemarin, satuan keamanan Kerajaan Saudi Arabia menangkap seorang tokoh oposisi terkemuka negara itu, Syeikh Namr Baqir an-Namr setelah dua hari sebelumnya Namr melontarkan kritikan tajam kepada pemerintahan Saudi Arabia terkait tragedi kekerasan di area pemakaman Baqi.

Situs milik komunitas Syi’ah di Saudi Arabia, Rashid (17/3) mengabarkan, empat buah mobil keamanan Saudi sebelumnya menguntit mobil yang dinaiki Syeikh Namr saat ia hendak menunaikan shalat subuh berjamaah. Sejenak ketika Namr turun, ia pun langsung ditangkap dan dibekap menuju mobil keamanan itu.

Situs Rashid juga mengabarkan, hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga Syeikh Namr belum mengetahui informasi lanjutan terkait penangkapan salah satu anggota keluarga mereka itu. Baca lebih lanjut

Ikhwanul Muslimin: Sikap Negara-Negara Arab Soal Gaza Memalukan

Pemimpin Gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir Muhammad Mahdi Akif menyebut sikap negara-negara Arab atas serangan brutal Zionis-Israel terhadap warga Gaza sangat lemah dan memalukan.

Mahdi Aktif hari Ahad (11/1) kemarin kepada televisi al-Alam di Kairo. Mahi mengatakan, dirinya berharap negara-negara Arab dan Islam mengusir Duta-Duta Besar Zionis-Israel dari negaranya masing-masing, menyetop ekspor gas ke rezim ini, mencegah pembantaian rakyat Palestina dan menyatakan solidaritasnya terhadap saudara-saudara muslimnya di Gaza.

Mahdi Akif menambahkan, bersikukuh menghadapi Zionis-Israel menguntungkan negara-negara Arab. Karena Amerika selalu menentang peradaban Islam dan bangkitnya negara-negara Arab.

Menurutnya, semua bangsa di dunia harus menuntut agar para pejabat Israel diadili.

Seraya menyatakan keheranannya mengenai pelarangan bantuan kemanusiaan kepada penduduk Jalur Gaza pemimpin Gerakan Ikhwanul Muslimin membandingkan bagaimana Israel didukung penuh Barat di bidang persenjataan dan materi.

Akif mengatakan, rezim ini bukan sebuah negara, tapi terdiri dari sekumpulan orang-orang ekstrim. Namun di akhir wawancaranya dengan televisi al-Alam Muhammad Mahdi Akif menyatakan bahwa cepat atau lambat Zionis ini akan musnah. [irb/hidayatullah]

Saudi Larang Dua Buku Sayyid Qutb

Kementerian Pendidikan Arab Saudi baru-baru ini memerintahkan untuk menarik dua buku Sayyid Qutb dari perpustakaan-perpustakaan sekolah di Saudi, karena dinilai berisi ide-ide ektrimis dan bisa menyesatkan para siswa-siswi yang membacanya.

Perintah penarikan kedua buku itu diakui oleh direktur sekolah khusus anak lelaki di provinsi Asir, Abdul Rahman al-Fasil dan direktur sekolah khusus anak perempuan di provinsi Abha, Ibrahim al-Hamdan.

Dua buku Sayyid Qutb yang diperintahkan untuk ditarik dari perpustakaan berjudul "The Lies About Sayyid Qutb" dan "The Jihad in the Way of God". Baca lebih lanjut

Wahabi Isu Jadul Yang Dimunculkan Kembali Di Indonesia

“Dasar, Wahabi kampungan” selintas komentar ini nangkring diblog. Dan ada beberapa komentar lagi yang bahkan menghina-hina Wahabi. Entahlah kenapa mereka menghina Muhammad Bin Abdul Wahab murid dari Ibnu Taimiyah ini. Atau mungkin dari buku-buku yang mereka baca, atau dari ustad-ustad mereka. Atau mungkin dari teman-teman yang lainnya. Wallahu’alam. Pokoknya mereka sepertinya sangat antipati terhadap Wahabi.

Oh iya, kenapa saya bilang Jadul (Jaman Dulu). Karena ternyata dulu pun sudah ada pencitraan Wahabi, sebagai orang yang akan menggilas tradisi yang tidak sesuai dengan aturan/syari’at Islam. Isu ini digulirkan untuk membendung pemahaman yang dibawa oleh sarjana-sarjana dari Arab Saudi (kebanyakan) untuk diajarkan di Indonesia.

Mari kita mengingat Kh. Ahmad Dahlan. Tokoh pembaharu Islam di Indonesia ini yang telah mendirikan Muhammadiyah sebagai pencetak generasi-genarasi Islam tersebut. Ternyata juga di cap sebagai Wahabi pada masanya. Dari perjuangan seorang Ahmad Dahlan yang belajar dari Arab Saudi dan datang kedaerahnya untuk membetulkan segala perilaku-perilaku peribadatan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam untuk diluruskan kembali. Dan yang paling tragis, ketika Kh. Ahmad Dahlan akan membetulkan letak Surau untuk menghadap kearah kiblat umat Islam. Ditentang keras oleh kyai-kyai yang lainnya. Baca lebih lanjut