Oknum Polisi Provokasi Umat Islam di Temanggung Dengan Memaki Dengan Cara Keji Itulah Salah Satu Akibat Kerusuhannya

imageBentrokan Temanggung pada Selasa (8/2/2011) silam terbukti dipanaskan dari keberingasan oknum aparat polisi serta cacian kata-kata kotor yang dilayangkan untuk massa umat Islam. Umat Islam menggugat Kapolri buat mencopot Kapolda Jateng serta Kapolres Temanggung.

Hal tersebut dikatakan oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Temanggung di antara “Buku Putih mengenai Kerusuhan di Temanggung” yang dikeluarkan Rabu, (9/2/1011).

Di antara kronologis yang dibeberkan dalam buku putih itu FUIB menerangkan sebenarnya bentrokan dalam persidangan penodaan agama beserta tersangka Pendeta Antonius Richmon Bawengan tersebut berasal melalui provokasi sekelompok orang yang memecah kaca di Pengadilan Negeri Temanggung. Aksi ini menjadikan situasi persidangan ricuh. Aksi pecah kaca juga setelah itu berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tak diketahui, diiringi pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan.  Sikap ini, berdasarkan FUIB sangat janggal sehingga aparat layak dicurigai.

Baca Selanjutnya >>>

Iklan

Temanggung Berdarah, Pendeta Antonius Menebarkan Penghinaan Terhadap Islam!

imageTindakan Pendeta Antonius Rechmon Bawengan ini sungguh keterlaluan serta biadab. Dengan cara terang-terangan, pendeta berdarah Manado ini menebarkan buku serta selebaran hujatan atas Islam.

Di kampung orang, pendeta kelahiran 58 tahun lalu ini menebarkan dua buku bertitel “Ya Tuhanku Tertipu Aku” serta buku “Saudara Perlukan Sponsor (3 Sponsor, 3 Agenda dan 3 Hasil)”  yang sarat beserta pelecehan Islam, antara lain: menghina Allah serta Nabi Muhammad seolah-olah Pembohong; ibadah haji merupakan simbol kemesuman Islam; Hajar Aswad sama maknanya simbol tentang –maaf– vagina; tugu Jamarat di Mina merupakan simbol mengenai –maaf– kemaluan laki-laki; umat Islam yang shalat Jum’at di masjid serupa secara menyembah dewa Bulan lantaran di atas kubah masjid terletak lambang bulan-bintang; Islam agama bengis serta kejam; serta masih sangat banyak lagi hujatan lainnya. Yang semakin menyesatkan pula, Pendeta Antonius menukil ayat-ayat Al-Qur’an dalam hujatan-hujatan itu.

Inilah kronologis perkara penodaan agama ini:

Baca Selanjutnya >>>

Pendeta HKBP Senang Mencabuli Jemaatnya, Ini Bukti-buktinya

imagePendeta yang satu ini memang bejat. Semacam tokoh panutan jemaat serta mahasiswi, bukannya menjalankan pembinaan, justru mengobral tindakan bejat pencabulan seksual atas 19 jemaatnya. Untuk jemaatnya sendiri tega berbuat amoral, bagaimana beserta orang lain?

Yaitu Siman Hutahaean, oknum pendeta yang menggembala  gereja HKBP (Huria Kristen Batak Protestan serta merupakan dosen di Sekolah Tinggi Theologi (STT) Biblevrouw HKBP yang beralamat di Partahan Bosi Hutapea, Lagauboti, Toba Samosir Sumatera Utara

Kejadian memalukan tersebut terbongkar, usai korban serta banyaknya rekan mahasiswi lainnya mengadu pada Direktur sekolah Bibelvrouw Pendeta Manarias Sinaga MTh. Para korban membenarkan, Pendeta Siman Hutahaean, menjalankan pelecehan seksual secara meditasi serta magis, menghipnotis para korban, sehingga mahasiswi yang dihipnotis tersebut tak mampu menentang serta cuma mengikuti perintah si pendeta yang melampiaskan syahwat iblisnya dengan cara leluasa.

Baca Selanjutnya >>>

24 Ribu Hafidz (Penghafal Al Quran) Lahir di Gaza, Jawaban Atas Pembakaran Al Quran Oleh Gereja Amerika

Di tengah maraknya isu rencana pembakaran mushaf al-Qur’an di Amerika Serikat, di Gaza malah merayakan kelulusan 24 ribu hafidz (penghafal) al-Qur’an. Mereka menyelesaikan hafalannya di kamp-kamp Taj al-Waqar yang digelar oleh Darul Qur’an sepanjang musim panas.

Pimpinan Darl Qur’an dan Sunnah, Dr. Naib Abdurrahman Jamal mengatakan bahwa Darul Qur’an telah mampu meluluskan sebanyak 24 ribu hafidz al-Qur’an, mengajarkan al-Qur’an pada 3 ribu anak-anak dengan dasar kaidah nuraniyah, serta mengajarkan 7 ribu orang tentang hukum tilawah dan ilmu Tajwid selama musim panas.

Ia juga menambahkan bahwa jumlah siswa dan siswi yang telah mendaftar dalam program ini sudah mencapai 50 ribu orang. Mereka telah disebar kepada Departemen Waqaf, Departemen Agama, Asosiasi Pemuda Muslimah serta al-Majmu’ al-Islami. Sedangkan Darul Qur’an berfungsi sebagai pusat utama dari program ini.

Baca lebih lanjut

Pendeta Mengaku Saudaranya Ustadz di Bukittinggi, Langsung “Ditelanjangi” Jamaah

image Gerah dengan ulah misionaris evangelis, warga suku Minang, Sumatera Barat yang tergabung dalam Majelis Kajian Islam Pondok Kelapa (MKIPK), Jakarta Timur,  kemarin  mengundang Aksi Nico, seorang misionaris,  untuk melakukan debat.

Di dampingi istrinya, Nico memenuhi undangan pengurus MKIPK. Berdasarkan penuturannya, Nico mengklaim memiliki kakak seorang ustadz yang terkemuka di Bukittinggi.

”Abang saya Ustadz Nazaruddin. Masyarakat Bukittinggi pasti mengenal Ustadz Nazaruddin. Dia ustadz terkenal seperti halnya Ustadz Yusuf Mansur dan Aa Gym,” tambah Nico. Baca lebih lanjut

Pendeta Abraham Mengakui Dirinya Memurtadkan Orang Islam

image Bertempat di ruang Kalam Salman ITB, Jum’at malam (9/7) pendeta Abraham Ander(55) atau yang akrap dipanggil Bram harus menandatangani surat pernyataan yang terdiri dari tiga butir tersebut. Isi peryataan antara lain berisi bahwa pendeta Bram mengakui perbuatannya dengan sengaja telah membagikan sembako kepada penduduk Babakan Ciparay Kota Bandung yang diakhiri dengan pembaptisan dengan mengucap atas nama Tuhan Yesus.

Surat pernyataan ini adalah bagian dari buntut dari pengakuan pendeta Abraham beberapa hari lalu terhadap masalah dugaan pemurtadan terselubung berkedok bantuan sosial  kepada beberapa warga Babakan Ciparay Kota Bandung.
Dalam pernyataannya, Bram ditemani dua orang rekannya yang mengaku dari sebuah LSM tanpa mau menyebutkan namanya.

Baca lebih lanjut

Di Irlandia Polisi & Pendeta Saling Menutupi Kasus Pelecehan Seksual

image Tiga puluh tahun John J. Geoghan berkeliling bebas memangsa anak-anak di sekitarnya. Setidaknya 130 anak menjadi korban kebejatan rohaniwan Keuskupan Boston itu. Seorang ibu bahkan harus merana karena tiga putra dan seorang putrinya, semua menjadi korban Geoghan. Tidak cuma itu, tiga keponakannya juga mengalami hal serupa. Bukan main.

Memang bukan main-main, karena kasus pelanggaran seksual sengaja ditutupi oleh gereja. Bukan hanya oleh gereja lokal, tapi juga penguasa Tahta Suci Vatikan.

Bahkan di Irlandia, pihak gereja bekerja sama dengan polisi menutupi kasus-kasus yang terjadi. Baca lebih lanjut