Geram Banyak Kutu Loncat, PAN Ingin Revisi UU

imagePeristiwa perpindahan kader partai yang sedang menjabat kepala daerah maupun bakal jadi calon kepala daerah ke partai politik lainnya, lantas merupakan diskusi hangat. Partai-partai yang kadernya berpindah ke partai lain juga mulai gerah serta mengecam.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan malahan mengeluarkan istilah baru untuk Dede Yusuf yang meloncat ke Partai Demokrat. Dede, yang sekarang ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat tak diibaratkan lagi seolah-olah politikus ‘kutu loncat’. Namun telah dinyatakan layaknya Malin Kundang, yang durhaka kepada ibu kandungnya yang sudah melahirkan serta membesarkannya.

Diantara pernyataan terbarunya, Taufik menegaskan, supaya fenomena Dede Yusuf  supaya tak terulang kembali maka harus terdapat aturan mengenai fatsoen serta etika politik diantara revisi UU Pemilu Legislatif serta UU Nomor 32 Tahun 2004 yang semasa ini mengatur pemilihan kepala daerah (pilkada).

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Hidup Adalah Perbuatan “Ketua Umum PAN Masih Puasa Bicara”

img1
JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir (SB) masih puasa bicara. Itu dilakukan setelah muncul ketegangan politik terkait perbedaan arah koalisi dengan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Amien Rais. Bahkan, kini beredar kabar rencana pengunduran Soetrisno sebagai ketua umum.

Ternyata kabar pengunduran diri SB itu direspons internal partai. Hingga seminggu ini, kediaman SB di Pondok Indah, Jakarta, didatangi para kader, baik dari DPP, DPW, maupun DPD. Mereka ingin mengonfirmasi secara langsung kebenaran kabar mundurnya SB.

Menurut Wasekjen DPP PAN Rizky Sadig, sebagian besar kader dan simpatisan yang tetap diterima SB tersebut memberikan dukungan dan pandangan agar politikus berlatar pengusaha itu tidak mundur. ’’Tapi, SB belum memberikan keputusan. Kemungkinan beberapa hari ini baru akan diambil,’’ tandas salah satu orang dekat SB tersebut. Baca lebih lanjut

LSI, PKS Partai Islam terbesar dan Paling Islami

Selain sebagai partai Islam yang memiliki elektabilitas tertinggi, Partai Keadilan Sejahtera juga dinilai paling Islami. PKS mengalahkan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan.

Oleh : Eman Mulyatman

Jakarta-Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan Partai Demokrat unggul. Demokrat dalam survei mengalahkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar. Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di posisi empat, yang menempatkannya sebagai partai Islam terbesar.

Berdasarkan survei itu, LSI menyimpulkan tak ada partai Islam yang bisa dikategorikan partai besar, yakni memiliki suara lebih dari 10 persen. Partai Islam kebanyakan berada di papan tengah, dengan PKS memuncakinya.

Sejarah pemilu juga menunjukkan, partai Islam belum pernah menjadi kekuatan mayoritas di pentas politik nasional. Partai nasionalis masih menempati posisi papan atas, dibandingkan partai Islam yang berada di level menengah. Kecenderungan ini, diprediksi masih akan berlanjut pada pemilu tahun ini Baca lebih lanjut

Oknum Kader PAN Memperkosa Penyanyi Dangdut

Penyanyi Dangdut Diah Kristin alias Titin Kharisma mendatangi Kepolisian Resort Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (17/12) dengan didampingi ibu dan kakaknya. Sang Artis yang terkenal lewat tembang SMS versi house music ini melaporkan atas tindakan penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh KA, seorang pengusaha dan pengurus harian Partai Amanat Nasional (PAN) Sidoarjo.

Warga Desa Punggul, Gedangan, Sidoarjo, ini mengatakan bahwa awalnya dia diajak untuk mempromosikan album pertamanya. Tetapi, ketika pelaku dalam kondisi mabuk membawanya kesebuah hotel di Surabaya, Jawa Timur, dengan dijaga dua pengawal pribadinya. Hingga terjadilah peristiwa pemerkosaan tersebut. Selain KA, korban perkosaan tersebut menyebutkan beberapa anggota Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) juga terlibat dalam aksi pemerkosaan terjadi.

Dengan adanya laporan tersebut, polisi cepat bertindak. Namun karena lokasi pemerkosaan tersebut bukan didaerah Sidoarjo, melainkan di wilayah kepolisian Surabaya. Maka Polres Sidoarjo tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya melimpahkan kasus tersebut kepada wilayah hukum kepolisian Surabaya. Sangat ironis, disaat setiap partai-partai dalam masa kampanye berebut simpati masyarakat. Tetapi oknum kader PAN tersebut malah berbuat tindakan asusila yang menjijikkan tersebut. Apakah ini cerminan kader partai yang akan dipilih untuk menjadi wakil rakyat? Semoga masyarakat tidak salah pilih dalam Pemilu 2009 nanti.

Kemenangan KarSa Buktikan Quick Count Tak Selalu Tepat

Surabaya – Hasil penghitungan cepat atau quick count perolehan suara Pilgub Jatim putaran kedua yang dilakukan tiga lembaga survei benar-benar di luar prediksi.

Jika pada penghitungan cepat, 4 November lalu pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi) berhasil mengungguli Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) dengan selisih suara antara 1-2 persen.

Dari penghitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia (LSI), pasangan
KaJi memperoleh suara sebanyak 50, 44 persen, dan KarSa mendapat 49,56 persen.

Sedangkan versi Lingkaran Survei Nasional yang mereka lakukan di 400 TPS di seluruh Jatim, KaJi meraup 50,76 persen dan KarSa meraih 49,24 persen.

Baca lebih lanjut

PKS Kunci Koalisi Alternatif Parpol Lain

JAKARTA – Meski semua partai politik masih malu-malu menyatakan arah koalisinya, peta penggabungan kekuatan politik itu mulai terlihat. Beberapa pimpinan partai mengaku sedang menunggu sikap politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menentukan bentuk koalisi yang ideal.

’’Jadi, peluang antara Golkar dan PD (Partai Demokrat) menjadi besar (dengan pengesahan UU Pilpres, Red). Tinggal PKS yang menentukan, apakah ada pilihan alternatif,’’ kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam diskusi Calon Presiden setelah Pengesahan RUU Pilpres di press room DPR kemarin (31/10). Menurut dia, dengan UU Pilpres yang baru, banyak calon presiden yang sudah mendeklarasikan diri tidak akan mendapatkan tempat.

Dari UU Pilpres yang sudah disahkan DPR, sangat mungkin akan muncul tiga paket calon. Sebab, syarat sebuah partai atau koalisi mengajukan capres ialah mengantongi 20 persen suara dalam pemilihan legislatif atau 25 persen kursi DPR. Baca lebih lanjut

Kemenangan ini Atas pertolongan Allah

Sejenak peserta Syuro’ di DPD PKS Sidoarjo bertakbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Setelah salah satu ikhwa memberitahukan pasangan HADE atas hasil Quick count telah dimenangkan oleh pasangan PKS dan PAN. “Ini sudah direncanakan oleh Allah, dan kemanangan ini adalah atas pertolongan Allah” Ucap ketua DPD PKS Sidoarjo. Tidak sedikit peserta syuro’ yang begitu gembiranya dengan mata yang berkaca-kaca. Meskipun kami jauh, meskipun kami tidak saling mengenal. Tapi kami tahu bahwa mereka adalah saudara kami, mereka adalah umat Islam yang sama-sama memperjuangkan bendera Al Haq.

Sebenarnya kita tidak membicarakan masalah kalah dan menang. Tetapi kita membicarakan konsep Al Haq. Dan bagaimana mengelola negara atas apa yang Islam kehendaki! Kita tidak hanya membatasi berbicara masalah Islam hanya pada perkumpulan kita saja. Tetapi kita berbicara atas Islam dari segala macam unsur yang terkait didalamnya. Biarkan masyarakat yang menilai, bagaimana seorang yang sudah bertarbiyah dalam Al Islam. Menjadi rijal-rijal yang memang telah dipersiapkan oleh Allah. Menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah, yang berdedikasi dalam mengemban amanah yang Adil dan dapat mensejahterakan umat. Kita tidak lagi berbicara konsep hanya pada slogan-slogan kita! Tetapi kita berbicara konsep dalam Islam sesuai dengan aplikasi yang nyata! Kita tidak hanya mengobral janji, tapi kita memberikan makna yang kuat atas apa yang dinamakan prinsip keadilan yang mensejahterakan!
Baca lebih lanjut