Majalah Times Mengakui Kehebatan Ikhwanul Muslimin Dalam Berpolitik

imageMajalah Time baru-baru ini mengangkat tema masalah perseteruan antara kelompok Islam yang diwakili oleh Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir dengan kelompok liberalis dalam perpolitikan. Majalah ini menilai bahwa Al Ikhwan lebih piawai dalam demokrasi dibanding kelompok liberal, demikian lansir alarabiya.net, (23/06/2011).

Kepiawaian Al Ikhwan dibanding kelompok liberal terbukti berhasilnya penggalangan melakukan voting untuk merubah beberapa poin perundang-undangan pada bulan Maret lalu. Di mana saat itu kelompok liberal terpecah menjadi dua kelompok, yang pertama menyerahkan perubahan itu kepada pihak militer yang berkuasa sedangkan lainnya menginginkan perubahan dilakukan oleh panitia khusus di parlemen.

Baca Selengkapnya >>>

Iklan

Menelanjangi Buku “Ilusi Negara Islam”

Ketika para JIL sudah kewalahan menghadapi para mukmin. Maka mereka menggunakan berbagai cara untuk memenangkan pertempuran/pertarungan. Dengan menghalalkan segala cara, seperti para jahiliyah munafiq. Mereka dengan semangat membuat fitnah-fitnah baru untuk dihembuskan kembali. Seperti dalam buku “Ilusi Negara Islam” mereka membuat sebuah klaim-klaim sepihak. Agar orang-orang mukmin yang lain goyah imannya sehingga timbul prasangka buruk terhadap umat Islam yang lain.

Hal ini sudah pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang mengaku masuk Islam (Abdullah bin Saba’). Untuk memecah-belahkan kaum muslimin, kaum Yahudi ini membuat pengelompokan-pengelompokan agar lebih mudah mematahkan perjuangan setiap muslim. Dari hasil pembacaan saya, ada beberapa point-point yang lucu dan dipaksakan oleh para penulis buku-buku tersebut.

Seperti halnya mereka membuat sensasi dengan menipu para netter, bahwa buku mereka mendapatkan cekal, dan para toko buku besar mendapatkan terror. Dan itu ternyata dibantah oleh para pemilik toko buku. Bahwa isu itu tidak benar! Sebagaimana orang-orang JIL (Jaringan Islam Liberal) yang selalu berbohong untuk keuntungan mereka sendiri.

Tentunya dengan mendapatkan sensasi sehingga banyak orang yang tertarik, maka mereka akan membeli buku yang "katanya" JIL dicekal itu. Tentunya keuntungan pembelian itu akan dijadikan membeli “misil” baru untuk menyerang umat Islam yang teguh dalam pendiriannya.

Karena saya menulisnya terlalu panjang. Maka saya akan membagikan beberapa bagian dalam tulisan ini. Dengan begitu akan bersambung setiap postingannya.

Baca lebih lanjut