Ditulis pada Juli 23, 2008 oleh Jaisy01
Sebuah pengalaman yang insya Allah tak akan pernah terlupakan. Pengalaman yang akan menjadi cerita, kelak saat si kecil beranjak dewasa.
Sejak divonis oleh dua dokter dan satu bidan. Bahwa kelahiran anak pertama kami, harus melalui operasi cesar. Karena bayinya lebih besar dari perkira’annya. Bayi yang berada di kandungan istri saya beratnya sekitar 3,8 kilogram. Jadi menurut dua dokter yang biasa kami temui (control) menyatakan bahwa, bayi kami harus di operasi. Tidak mungkin akan melahirkan secara normal. Sebuah tantangan yang berat, karena istri saya ingin agar melahirka secara normal. Tetapi, kami terus berdoa agar dimudahkan oleh Allah.
Dalam beberapa hari, istri saya pun merasa sudah tidak kuat menahan rasa sakit, karena kemungkinan si kecil ingin segera keluar. Menurut perhitungan, memang seharusnya anak kami sudah lahir, tapi kenyataan memang perhitungan manusia tidak bisa menjadi patokan. Setelah itu, kami pun bergegas kerumah sakit. Tepatnya di RSUD Sidoarjo. Kami langsung menuju UGD (Unit Gawat Darurat) yang setelah itu langsung di tempatkan di ruang kehamilan. Saat di cek lagi, ternyata bayi saya tidak sebesar yang diberitahukan dua dokter tersebut. Jika di dokter yang biasa kami temui mereka menyatakan bahwa berat bayi dalam kandungan saya sekitar 3,8 kg. Tetapi di RSUD, setelah di cek berat badannya tidak sampai 3,8 kg. Bahkan dokter RSUD menyatakan sekitar 3,5 kg. Hati ini langsung bersyukur, karena kemungkinan besar proses kelahiran anak saya bisa normal.
Read more »
DIarsipkan di bawah: Artikel Islam | yang berkaitan: anak, divonis, dokter, Jundi, kelahiran, keridhoan, Pengalaman, pertama, RSUD, Sidoarjo | 3 Komentar »
Ditulis pada Juli 16, 2008 oleh Jaisy01
Oleh Ineu
Minggu siang saat langit diselimuti warna biru cerah, saya bergegas menuju masjid untuk menunaikan sebuah amanah yang rutin selama ini saya jalani. Ketika sampai di tujuan, sekelompok ibu muda yang biasa saya bimbing membaca al-Quran telah berkumpul di salah satu sudut ruang. Segera saya hampiri mereka sembari mengucap salam dan memeluk satu persatu wajah-wajah yang senantiasa saya rindukan itu. Tak lama kemudian kami pun membentuk lingkaran kecil dan secara bergiliran mulailah lisan para ibu muda itu melafalkan ayat demi ayat firmanNya.
Waktu terus merambat hingga tiba saatnya kami mesti menghentikan kegiatan membaca Al-Quran beserta artinya itu untuk kemudian memasuki sesi diskusi seputar pendidikan anak sesuai dengan kesepakatan ibu-ibu selama ini. Namun tiba-tiba sebuah tanya bernada keheranan meluncur dari lisan seorang ibu dengan aksen Jerman yang sangat kental.
“Warum baca al-Qurannya selesai?. Apa kalian sudah capek?.Kalau begitu silahkan kalian berhenti tapi saya mau teruskan bacaannya sendiri.”
Read more »
DIarsipkan di bawah: Artikel Islam | yang berkaitan: muallaf, muslimah, ibu, Jerman, fasih, sarjana, Wismar, Atheis, keluarga | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Juli 10, 2008 oleh Jaisy01
Oleh Abdul Rahman Jamil
Tinggal dalam lingkungan yang jauh dari norma Islam memang bukan hal yang mudah. Salah satu kesulitan terbesar adalah saat waktu sholat ketika sedang berpergian, fasilitas seperti musholla atau sekedar praying room rasanya sulit sekali ditemui. Akhirnya, keseringan sholat diakukan disembarang tempat. Namun, Alhamdulillah semua tempat itu masuk kategori bersih dan terawat, jadi rasanya nyaman saat diri ini menghadapkan diri keharibaan Illahi.
Di balik kesulitan tentu ada kemudahan, begitu memang Sunatullah. Saya semula tidak mengira, di balik sikap mereka yang sepertinya individualis justru tersimpan sikap sangat menghormati sesama manusia. Yang rasanya, hampir sulit saya temui di negeri kita yang katanya mayoritas penduduknya muslim. Read more »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | yang berkaitan: fasilitas, Islam, mobil, musholla, sepeda, sholat | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Juli 10, 2008 oleh Jaisy01
Tanggal 9 Juli 2004, International Court of Justice (ICJ) menyatakan tembok pemisah yang dibangun rezim Zionis Israel di Tepi Barat ilegal dan harus diruntuhkan. Hari Rabu kemarin, tepat empat tahun sudah sejak ICJ mengeluarkan perintah itu, rezim Zionis tetap tak bergeming, pembangunan tembok pemisah tetap dilanjutkan. Israel bahkan memperluas pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Pernyataan yang dirilis pemerintah kota Har Homa menyebutkan, komisi distrik telah menyetujui pembangunan 920 unit rumah baru untuk pemukiman Yahudi di Har Homa, kota yang oleh warga Palestina dikenal dengan nama Jabal Abu Ghneim. Di kota itu, terdapat sekitar 10 ribu warga Israel yang membangun rumahnya dengan merampas tanah-tanah milik warga Arab. Read more »
DIarsipkan di bawah: Berita | yang berkaitan: Israel, Yahudi, Zionis, ICJ, rezim, Tepi, Barat, Har Homa, Jabal, Abu, Ghneim, Arab | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Juli 10, 2008 oleh Jaisy01
Akhirnya pengundian nomor parpol peserta Pemilu 2009, Rabu (9/7), selesai dilakukan KPU.
Berikut daftar nomor urutnya:
1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional.
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera Read more »
DIarsipkan di bawah: Berita | yang berkaitan: 2009, Keadilan, partai, pemilu, Sosial | Tidak ada komentar »